Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 04 Okt 2018 16:25 WIB

Bank Dunia Komentari Ditahannya Harga BBM saat Dolar AS Menguat

Danang Sugianto - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Pemerintah memilih untuk menahan harga bahan bakar minyak (BBM) meskipun dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap rupiah. Banyak yang menilai keputusan itu ada kepentingan politik mengingat sebentar lagi memasuki tahun politik.

Bank Dunia memandang keputusan terhadap penetapan harga BBM memang merupakan pilihan yang rumit. Jika salah mengambil keputusan bisa berimbas negatif terhadap kestabilan iklim politik.

"Jadi saya memahami perspektif pemerintah dalam mencari stabilitas semacam ini dalam harga bahan bakar pada waktu khusus ini," kata Kepala Ekonom WB untuk Indonesia Frederico Gil Sander di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (4/10/2018).


Sander menilai keputusan untuk menahan harga BBM memang dibutuhkan. Apalagi pemerintahan Jokowi saat ini sudah tidak terlalu condong untuk subsidi BBM dan mengalihkannya ke pembangunan infrastruktur.

"Kami melihat bahwa dalam anggaran untuk infrastruktur dan infrastruktur sosial masih jauh lebih tinggi dari anggaran untuk subsidi bahan bakar dan itu merupakan perubahan besar dari beberapa tahun yang lalu," tambahnya.


Menurutnya juga ada hikmah dari keputusan yang diambil pemerintah dengan menahan harga BBM Premium dan Solar. Pertamina menjadi lebih aktif dalam berinovasi, contohnya dengan mengeluarkan produk baru, yaitu Pertalite.

"Banyak konsumen yang sebenarnya lebih memilih Pertalite. Mereka benar-benar berhasil mengubah pola itu dalam konsumsi BBM dalam waktu singkat," tegasnya. (das/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com