Follow detikFinance
Jumat, 12 Okt 2018 11:53 WIB

Harga Minyak Turun, Bisakah Pertamax Ikut Turun? Ini Kata Pertamina

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk menaikan harga Pertamax Cs lantaran harga minyak mentah dunia terus melambung. Namun beberapa pekan ini harga minyak mentah dunia berangsur turun. Lantas apakah harga Pertamax Cs bisa turun lagi?

Vice President Corporate Communication atau Juru Bicara Pertamina, Adiatma Sardjito menjelaskan, harga Pertamax Cs dan BBM non-PSO memang mayoritas dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak mentah dunia. Meski ada komponen lain dalam penentuan harga seperti kurs, harga minyak mentah dunia mempengaruhi sekitar 90% lebih dalam penentuan harga.

"Kemudian kita evaluasi setiap 3 bulan. Kita tidak setiap kali ada perubahan harga minyak dunia lantas harga berubah. Karena juga kita pesan sekarang sampainya 3 bulan kemudian," tuturnya kepada detikFinance, Jumat (12/10/2018).

Kemarin Pertamina memutuskan untuk BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar Non PSO lantaran rata-rata harga minyak mentah dunia selama 3 bulan terakhir sudah membus level US$ 80 per barel.


Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 1969 K/12/MEM/2018 tentang Penetapan Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) September 2018, harga minyak mentah utama dan minyak mentah lainnya ditetapkan US$ 74,88 per barel. Besaran ini naik dibanding Agustus US$ 69,36 per barel.

Kenaikan harga minyak mentah dunia itu salah satunya disebabkan oleh penjatuhan sanksi AS terhadap Iran untuk menyetop ekspor minyak dari Iran. Namun untuk meredam kenaikan harga, AS meminta organisasi pengekspor minyak (OPEC) untuk menggenjot produksinya.

Laporan OPEC mengatakan produksi minyak telah meningkat 132.000 barel per hari pada September menjadi 32,76 juta barel per hari. Itu merupakan produksi tertinggi tahun ini.

Kendati begitu, OPEC masih berhati-hati dalam meningkatkan produksinya. Sebab mereka khawatir tahun depan bisa kebanjiran pasokan.

Meski begitu, harga minyak mentah dunia sudah berangsur turun. Harga minyak Brent kemarin sudah turun 3,4% dan hari ini berada di posisi US$ 80,39 per barel. Ini merupakan posisi terendah sejak 24 September 2018 di level US$ 79,80.



Sedangkan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS saat ini di level US$ 71,08 per barel, setelah jatuh 3% di sesi sebelumnya yang merupakan posisi terendah sejak 21 September.

"Pokoknya kami mengikuti rata-rata harga minyak dunia. Mau naik atau turun ya kita sesuaikan dalam periode 3 bulan," tambahnya.





Tonton juga 'Wamen Arcandra Beberkan Dampak Kenaikan Dolar dan Impor Minyak':

[Gambas:Video 20detik]

(das/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed