Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 28 Nov 2018 11:35 WIB

Saat Jonan Bandingkan Freeport dan Apple

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Menteri ESDM Ignasius Jonan (Danang Sugianto/detikcom) Foto: Menteri ESDM Ignasius Jonan (Danang Sugianto/detikcom)
Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan kembali menyinggung tentang PT Freeport Indonesia (PTFI). Kali ini dia berbicara bahwa PTFI sebagai perusahaan dunia sebenarnya sudah tak sebesar dulu.

Jonan berbicara tentang hal itu saat menghadiri undangan sebagai pembicara di acara International Business Summit 2018 yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni ITS di Hotel Indonesia Kempinsky, Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Dalam pidatonya Jonan menjabarkan terkait data daftar 10 besar perusahaan dunia dari sisi nilai kapitalisasi pasar. Pada 2007 daftar tersebut masih diisi oleh perusahaan-perusahaan energi seperti Exxon Mobil maupun General Electric. Namun 10 tahun kemudian daftar itu kini didominasi oleh perusahaan-perusahaan teknologi seperti Apple, Alphabet (Google), Microsoft, Facebook hingga Alibaba.


"Terus Anda tanya Freeport McMoRan bagaimana? ya sudah enggak ada," ujarnya.

Jonan mengaku heran, di Indonesia apapun yang berkaitan dengan PTFI begitu ramai diperbincangkan. Padahal induknya saja, Freeport McMoRan nilai kapitalisasi pasarnya sudah tergerus jauh.

Dia membandingkan dengan Apple, nilai kapitalisasi pasar perusahaan berlambang buah apel itu di 2017 sekitar US$ 826 miliar, bahkan kabarnya saat ini sudah tembus US$ 1 triliun. Sementara Freeport McMoRan nilai kapitalisasi pasarnya hanya US$ 16,2 miliar.

"Freeport McMoRan yang termasuk dengan PTFI itu cuma US$ 16,2 miliar kapitalisasinya, enggak tau tuh urutan berapa. Ini Apple US$ 826 miliar, itu 50 kali lipat dibanding Freeport," ujarnya.

Dia juga bercerita saat bertemu dengan manajemen perusahaan energi dunia Exxon Mobil. Menurut Jonan perusahaan tersebut diisi oleh begitu banyak orang berpendidikan tinggi, namun hasilnya kalah dengan Alibaba yang bahkan pemiliknya Jack Ma tingkat pendidikannya biasa saja.



"Saya tanya Exxon ini di seluruh dunia pegawainya berapa, dia bilang puluhan ribu. Lalu yang sampai doktor atau Phd dia bilang hampir 2 ribu. Saya tanya sekarang nilai perusahaan ini dengan Alibaba besar mana, ya besar Alibaba. Lah alibaba itu yang bikin enggak sekolah. Ini fakta," ujarnya.

Intinya Jonan ingin menyampaikan pesan bahwa dunia terus berubah dalam segala hal. Sebesar apapun perusahaan jika tak bisa mengikutinya maka akak tenggelam.

"Ini saya ingin gambarkan dunia berubahnya sangat cepat. Dunia berubah, anda mau alasan apapun, oh ini karena zaman online, ya Anda harusnya pindah ke online," tegasnya.


Tonton juga 'Peran Pemerintah dalam Memfasilitasi Masyarakat dengan Teknologi':

[Gambas:Video 20detik]

(das/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed