Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 15 Des 2018 19:15 WIB

Keruk 'Harta Karun' Energi, PLTP Kamojang Butuh Rp 2 T Lagi

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Puti Aini Yasmin Foto: Puti Aini Yasmin
Garut - Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang akan menambah daya energi menjadi 55 mega watt. Hal itu untuk memaksimalkan potensi yang ada.

General Manajer PLTP Kamojang Wawan Darmawan mengatakan rencana penambahan daya tersebut masih menunggu izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Setelah adanya izin, baru pihaknya bisa melakukan pengeboran, eksplorasi dan pembangunan infrastruktur. Namun, hal tersebut membutuhkan waktu yang lama.

"Ya kalau tahun depan disetujui paling nggak 4 tahun (prosesnya). Karena kan butuh sekitar 2 tahun untik fasailitas, produksi dan power plannya bangun 2 tahun juga," ungkapnya di PLTS Kamojang, Garut, Jawa Barat, Sabtu (15/12/2018).



Lebih lanjut, penambahan daya tersebut akan sebesar 55 mega watt. Angka itu disesuaikan dengan potensi yang ada di Kamojang.

"Nanti sekitar 55 mega watt. Itu kan disesuaikan sama potensi. Kita sudah pakai 235 mega watt dari potensi 300 mega watt," papar dia.

Sementara itu, untuk biaya pengembangan unit daya tersebut ia memperkirakan akan menelan hingga US$ 150 juta atau sekitar Rp 2,17 triliun (kurs Rp 14.500). Angka tersebut, kata Wawan, dikeluarkan paling banyak untuk proses pengeboran.

Sebab, dibutuhkan peralatan yang banyak untuk mengeksplorasi panas bumi.

"Jadi antara US$ 150 juta. Itu biaya memang perlu mesin khusus kalau ngebor satu sumur. Peralatannya cukup kompleks," tutup dia.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed