Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 18 Des 2018 11:36 WIB

Boy Thohir Ajak Pengusaha Lain Tak Hanya Pikirkan Untung, Tapi...

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy/detikcom Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta - Para perusahaan batu bara tengah didorong untuk mengembangkan bisnisnya dari hanya sekedar mengeruk dan menjual batu bara mentah. Diharapkan mereka bisa memanfaatkan komoditas sebaik mungkin.

Seruan itu bukan hanya disampaikan oleh pemerintah, Kamar Dagang dan Industri (Indonesia) pun ikut menyuarakannya. Sebab dengan sumber yang masih berlimpah, batu bara seharusnya bisa memiliki peranan yang cukup besar sebagai salah satu sumber pemenuhan energi di masa depan.

"Di tengah fluktuasl harga batu bara akibat kebijakan pemerintah China untuk mengontrol impor batubara termal, outlook batubara diproyeksikan masih positif, didukung oleh meningkatnya permintaan dari India dan negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia," kata Wakll Ketua Umum Kadin Bidang Sumber Daya Mineral, Batubara & Listrik, Garibaldi Thohir dalam acara IEA Coal Forecast to 2023 di Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (18/12/2018).


Menurut pria yang akrab disapa Boy itu, dengan ketersediaan sumber daya yang melimpah dan harga yang lebih terjangkau, batu bara masih menjadi andalan bagi Indonesia dan negara-negara di Asia. Jika perusahaan mau berkorban maka hal itu bisa terealisasikan.

"Perusahaan bukan hanya memikirkan keuntungan belaka, juga harus memikirkan lingkungan," tambahnya.

Menurutnya batu bara bisa menjadi sumber energi listrik bagi Indonesia yang bukan hanya murah tapi juga dapat diandalkan. Dengan listrik yang terjangkau maka akan membantu menggerakkan roda ekonomi.

Dia mengatakan, pemanfaatan batubara untuk dalam negeri, khususnya untuk sumber energi utama dan eflsien dalam membangun pembangkit listrik (PLTU) merupakan tulang punggung dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi bangsa.

"Tidak hanya di Indonesia dan negara-negara Asia, batu bara juga masih memiliki peran panting di dalam bauran energi negara-negara maju," kata Boy.


Berdasarkan data US Energy Information Administration, kata Boy, batu bara masih menjadi sumber pembangkit listrik terbesar kedua setelah gas di Amerika, yaitu sebesar 30%, dan di Jepang sebesar 30,4%. Sementara di China, ditengah usahanya untuk meningkatkan porsi energi terbarukan, hingga saat ini batubara juga masih mendominasi bauran energinya yaitu sebesar 58%.

Seperti diketahui, selama ini batubara memegang kontribusi panting dalam pembangunan nasional. Subsektor pertambangan mineral dan batubara (minerba) pada tahun 2017 mencatatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 40,6 triliun.

Selain itu, hasil kajian Pricewaterhouse Coopers, kegiatan usaha pertambangan memiliki nilai penggandaan (multiplayer) sebesar 1,6 -1,9 kali khususnya terhadap penciptaan lapangan kerja.



Boy Thohir Ajak Pengusaha Lain Tak Hanya Pikirkan Untung, Tapi...
(das/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed