Formasi Terbaru Bos Freeport Indonesia Usai Pencaplokan Saham

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Sabtu, 22 Des 2018 10:31 WIB
Formasi Terbaru Bos Freeport Indonesia Usai Pencaplokan Saham
Foto: Ari Saputra

PT Freeport Indonesia (PTFI) akan melakukan investasi sebesar US$ 20 miliar hingga 2041 untuk mengembangkan tambang bawah tanah di Papua.

"Selanjutnya PTFI di Grasberg akan bertransisi dari tambang terbuka yang beroperasi sejak 1990 menjadi tambang terbesar bawah tanah. Ini membutuhkan investasi besar US$ 20 miliar sampai 2041," kata CEO Freeport-McMoran Inc Richard Adkerson di Kompleks Istana Jakarta Pusat, Jumat (21/12/2018).

Komitmen investasi itu, kata Adkerson lantaran PTFI sudah menerima IUPK dari yang sebelumnya masih dalam kontrak karya (KK). Perubahan kontrak itu, kata Adkerson, memberikan kepastian hukum dan menjadi pegangan PTFI beroperasi di Indonesia sampai 2041.

"Saya mengucapkan terima kasih atas solusi ini dan juga kepada Presiden. Akhirnya kita bisa melanjutkan operasi hingga 2041 dan stabilitas fiskal. Kita juga akan bangun smelter sesuai arahan presiden dan akan dimulai secepatnya selesai dalam lima tahun," ungkap dia.

Pemerintah lewat PT Inalum (Persero) resmi membeli sebagian saham PT Freeport Indonesia (PTFI). Dengan demikian, kepemilikan saham Indonesia atas PTFI meningkat dari 9% menjadi 51%.

Dengan kesepakatan ini, Adkerson juga berkomitmen akan melanjutkan dan menyelesaikan pembangunan smelter atau pabrik pengolahan dan pemurnian konsentrat.

Tidak hanya itu, pihak Freeport Indonesia juga akan mengawal proses transisi pengoperasian, produksi, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

"Ke depan adalah operasi tambang kami, menciptakan lapangan kerja, keuntungan untuk warga Papua," terangnya.



(das/das)