Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 08 Jan 2019 15:29 WIB

Bupati Tangerang Tawarkan 18 Ha untuk Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Muchus Budi Rahayu Foto: Muchus Budi Rahayu
Jakarta - Bupati Tangerang Ahmed Zaki meminta agar persoalan sampah di Tangerang bisa diatasi dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Pihaknya pun menawarkan lahan seluas 18 ha untuk dikerjasamakan dengan investor yang mau mengembangkan PLTSa di wilayah kerjanya.

Menurut Zaki, saat ini kondisi sampah di Tangerang telah melebihi kapasitas. Pasalnya, produksi sampah di Tangerang per hari mencapai 1.700 ton dari yang bisa ditampung hanya 900 ton.

Alhasil, sisa sampah tersebut menjadi kotoran di sistem irigrasi hingga sungai.

"Kurang lebih sekitar 1.700 ton per hari, karena penduduk kita udah 3,5 juta. Yang bisa kita angkut itu kurang lebih sekitar 700-900 per hari, sisanya di irigasi, di sungai dan sebagainya," ungkap dia di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (8/1/2019).


Lebih lanjut, Zaki mengungkapkan pihaknya menginginkan PLTSa dengan kapasitas mencapai 3.000 ton per hari. Adapun, pambangkit tersebut akan di bangun di atas lahan seluas 18 ha.

"Saya tadi mohon segera kami punya lahan 30 ha yang baru terpakai 12 ha. Jadi masih ada lebih yang saya minta asistansi dari menko (Luhut) untuk kemudian kita mau membuat lelang tempat pemusnahan sampah terpadu, PLTSa yang kapasitasnya di atas 3.000 ton per hari," sambungnya.

Ia juga menjelaskan, nantinya PLTSa ini juga akan memberlakukan layanan pengelolaan sampah atau tipping fee. Hal ini sesuai dengan Kepres Nomor 35 Tahun 2018 di mana tarif maksimal yang diminta Rp 500 ribu per ton.

"Harus ada tipping fee yang sudah ditetapkan Kepres itu maksimal Rp 500 ribu per ton. Tinggal kita berhitung yang berinvestasi ini kira-kira berapa yang penting ada nilai rill untuk return of investmentnya," ungkap dia.


Sementara itu, ia menargetkan studi kelayakan atau feasibility studi untuk proyek ini bisa berjalan di tahun ini. Sehingga, masalah sampah di Tangerang bisa segera teratasi.

"Kita feasibility study dulu. Tahun ini mudah-mudahan sehingga tahun depan sudah bisa lelang (tender)," tutup dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed