Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 11 Jan 2019 17:16 WIB

Beli Saham Pertagas Rp 20 T, Bos PGN: Kas Aman

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Danang Sugianto Foto: Danang Sugianto
Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menegaskan bahwa posisi kas perusahaan masih aman. Meskipun pada akhir tahun kemarin perusahaan melakukan pembayaran untuk mengakuisisi 51% saham PT Pertagas.

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso menjelaskan, pelunasan transaksi saham Pertagas sudah dilakukan pada 28 Desember 2018. Dari total nilai transaksi Rp 20,18 triliun sekitar setengahnya Rp 10 triliun dibayar menggunakan kas perusahaan, sementara sisanya menerbitkan promissory note kepada Pertamina.

"Pada 28 Desember itu sudah dilakukan transaksi seluruhnya untuk membeli 51% saham Pertagas. Meski separuhnya dengan surat utang ke Pertamina yang jatuh tempo enam bulan setelah, tapi transaksi dianggap sudah lunas," ujarnya di Graha PGN, Jakarta, Jumat (11/1/2018).


Gigih menegaskan, perusahaan menentukan skema pelunasan itu dengan pertimbangan yang matang. Meski kas perusahaan terpakai banyak namun posisi kas setelah transaksi ditegaskannya masih aman.

"Kita sudah perhitungkan dengan pembayaran itu tidak mengganggu operasional PGN," tegasnya.

Sementara Direktur Keuangan PGN Said Reza Pahlevy menerangkan perusahaan tetap akan menjaga kas perusahaan di posisi sekitar US$ 500 juta. Dengan begitu operasional perusahaan tetap akan aman.

"Cash kita masih sangat prudent. Walaupun kalau ditanya aman, ya aman sekali. Dikurangi saja dengan pembayaran itu kita save di US$ 500an juta lah," ujarnya.


Seperti diketahui Pertamina dan PGN telah melakukan proses penilaian (valuasi) kembali atas akuisisi Pertagas. Harga pembelian yang semula sebesar Rp 16.604.312.010.021 untuk 2.591.099 lembar saham bertambah menjadi Rp 20.183.334.064.184 untuk 2.591.099 lembar saham yang setara dari 51% seluruh saham Pertagas

Proses valuasi ini diperlukan karena PGN dan Pertamina telah memutuskan untuk mengikutsertakan empat anak usaha Pertagas yakni PT Perta Arun Gas, PT Perta Daya Gas, PT Perta-Samtan Gas, dan PT Perta Kalimantan Gas dalam proses pengambilalihan saham Pertamina di Pertagas oleh PGN. (das/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed