Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 21 Jan 2019 16:57 WIB

Penjelasan Chevron soal Limbah Blok Rokan Paling Banyak Cemari RI

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) disebut sebagai perusahaan migas dengan limbah paling besar mencemari lingkungan. Limbahnya berasal dari Blok Rokan, Kabupaten Kampar.

Menurut data Ditjen Migas Kementerian ESDM, CPI pada 2018 menyisakan limbah sebanyak 27.275,6 ton minyak yang tercecer dan mengkontaminasi tanah. Ada juga sebanyak 3.515 ton limbah sisa operasi.


Menanggapi hal itu, Senior Vice President Policy, Government and Public Affairs Chevron Wahyu Budianto mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya pengelolaan limbah. Dia juga meyakini bahwa limbah yang dikelola cukup baik.

"Kami mengusahakan seluruh limbah kami dikelola dengan baik," tuturnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/1/2019).


Wahyu menjelaskan selama ini limbah yang dikelola perusahaan terbagi dalam beberapa jenis yakni limbah organik dan limbah hasil operasi. Perusahaan mengaku sudah mengelola limbah-limbah itu dengan baik.

"Limbah operasi itu bekas bekas oli semua kita proses," tambahnya.

Berdasarkan data Ditjen Migas Kementerian ESDM juga menyebutkan biaya untuk mengelola puluhan ribu ton limbah CPI itu tahun lalu mencapai sekitar US$ 4,6 juta. (das/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed