Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 15 Feb 2019 16:57 WIB

Soal Avtur, Luhut: Kita Mau Jangan Monopoli

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Arif Syaefudin/detikcom Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Jakarta - Harga avtur ditengarai menjadi penyebab tingginya harga tiket pesawat. Mahalnya harga avtur diduga karena PT Pertamina (Pertamina) menjadi pemain tunggal alias monopoli.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, dirinya ingin supaya avtur tidak dimonopoli Pertamina.

"Kita mau membuat itu supaya jangan monopoli lah," katanya di kantornya, Jumat (15/2/2019).

Saat ditanya apakah ada pemain baru dan penurunan harga avtur, Luhut belum berkomentar banyak. Luhut sendiri buru-buru meninggalkan kantor.

"Belum tau, mereka masih dikaji," terangnya.



Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengaku setuju dengan kehadiran badan usaha penyedia bahan bakar minyak untuk pesawat atau avtur selain dari Pertamina.

Menurut Budi, hal itu dibutuhkan untuk mendorong tingkat kompetitif penjualan harga avtur. Sebab, bila tidak harga avtur akan terus termonopoli.

Lebih lanjut, ia memaparkan bila badan usaha lain ingin menjual avtur, maka hal itu bisa dilakukan dengan skema business to business melalui pengelola bandara, seperti PT Angkasa Pura II.

"Butuh (badan usaha selain Pertamina). Jadi business-to-business AP II dengan swasta. Kita terserah pengelola bandara," ujar Budi di dalam kunjungan MRT, Jakarta, Kamis (14/2/2019).

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed