Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 20 Feb 2019 22:35 WIB

Sudirman Said Kritik soal Akuisisi Freeport, Ini Respons Inalum

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - PT Inalum (Persero) sebagai pemegang mayoritas saham PT Freeport Indonesia (PTFI) menjawab tudingan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said soal Freeport. Sebelumnya Sudirman mengatakan meski PTFI dikuasai Indonesia tapi manfaat ekonominya dikuasai Freeport McMoRan, induk PTFI.

Lantas, apa jawaban Inalum?

"Inalum meneruskan participating agreement Rio Tinto yang memberikan kita hak atas dividen 82%, namun juga hak atas metal strip revenue sampai 2022 (habisnya participating agreement). Bukan hingga 2041," kata Head of Corporate Communication and Government Inalum Rendy Witoelar kepada detikFinance, Rabu (20/2/2019).


Rendi melanjutkan, melalui skema itu, Inalum akan mendapatkan penerimaan sebesar US$ 1,8 miliar dalam 4 tahun ke depan. Angka ini jauh lebih besar dari penerimaan tahun 2018 sebesar US$ 180 juta.

"Rincian penerimaannya 2019-2020 nol, 2021 dan 2022 masing-masing sekitar US$ 470 juta dan di 2022 ada tambahan metal strip setara dengan US$ 900 juta. Total US$ 1,8 miliar," sambungnya.


Rendi mengatakan, investasi Inalum di PTFI menguntungkan. Laba bersih di PTFI diperkirakan di atas US$ 2 miliar di tahun 2023 hingga 2041.

"Inalum telah mengeluarkan US$ 3,85 miliar untuk meningkatkan saham mereka di PTFI dari 9,36% menjadi 51,2%. Dengan porsi kepemilikan tersebut, Inalum diproyeksikan akan mendulang sedikitnya sekitar US$ 18 miliar dari laba bersih PTFI dari 2023 hingga 2041," paparnya.


Sebelumnya, Mantan Menteri ESDM yang juga Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said mengatakan, meski 51% saham PTFI dikuasai Indonesia, namun 82% keuntungan akan diterima Freeport McMoRan.

"Freeport menumpahkan saham 51% kepada pihak Indonesia. Tapi kemudian ada catatan gini, meskipun mayoritas saham di Indonesia, tetapi, dengan perjanjian yang sudah ada, maka kontrol manajemen operasional tetap dipegang oleh Freeport McMoran. Kemudian sampai dengan 22 perjanjian itu disebutkan, Freeport McMoran akan terima 82% benefit ekonomic pacific yang ada. Jadi Indonesia miliki 51 saham, tapi 82% benefit ekonomic ke mereka," kata Sudirman Said. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed