Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 25 Mar 2019 13:46 WIB

Berkat Lampu Tenaga Surya, 86 Desa di Papua Tak Lagi Gelap Gulita

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: ESDM Foto: ESDM
Puncak - Membangun infrastruktur di timur Indonesia memang tak semudah di kawasan barat, mengingat kawasannya sulit dijangkau serta infrastruktur penunjang lainnya masih minim, bahkan terbilang sangat sulit.

Misalnya saja dalam penyediaan tenaga listrik untuk masyarakat di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Bentang alam Papua menyebabkan aliran listrik PLN belum dapat masuk ke beberapa wilayahnya, salah satunya di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua.

Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang, Satry Nugraha, menyebut Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) jadi solusi melistriki desa-desa terpencil di pegunungan Papua. Mewakili Menteri ESDM Ignasius Jonan, pihaknya menyerahkan secara simbolik 18.102 unit LTSHE untuk 86 desa di Kabupaten Puncak.

"Program LTSHE merupakan salah satu instrumen untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat mendapatkan akses energi modern dan penerangan sebagai upaya mewujudkan energi berkeadilan," terang Satry dalam keterangannya, Senin (25/3/2019).

"Saya juga mengharapkan LTSHE yang telah terpasang, dapat dipelihara oleh masyarakat penerima LTSHE dan Pemda, agar manfaatnya dapat bisa dirasakan oleh masyarakat dalam jangka waktu yang lama," katanya lagi.


Papua memang menjadi prioritas untuk dipasang LTSHE. Satry mengungkapkan bahwa dari total alokasi anggaran Rp 558 miliar di tahun 2018, sebanyak Rp 152 miliar merupakan alokasi untuk pemasangan LTSHE di Papua.

Untuk tahun 2019, program LTSHE akan menyasar 98.481 rumah tangga lainnya yang belum berlistrik. Dimana 12.531 rumah tangga tersebut berada di Provinsi Papua. Total desa yang akan berlistrik LTSHE pada 2019 sebanyak 1.083 desa yang terletak di 119 Kabupaten/Kota.

Sejak 2 tahun yang lalu, tepatnya di tahun 2017, Kementerian ESDM menginisiasi program LTSHE. Program ini merupakan langkah pra elektrifikasi yang khusus ditujukan kepada rumah tangga yang belum berlistrik sama sekali. Dan ke depannya daerah yang sudah terpasang LTSHE akan didorong untuk dilanjutkan dengan penerangan on grid dari PLN.

Pada Tahun 2017, program LTSHE telah dilaksanakan di 5 Provinsi (Maluku, NTB, Riau, Papua dan Papua Barat), dengan jumlah anggaran sebesar 276 Miliar.

Dengan jumlah anggaran tersebut, LTSHE di 2017 dapat memberikan penerangan di malam hari untuk 79.556 rumah tangga yang terdapat di 1.208 desa yang terletak di 28 Kabupaten/Kota


Setahun berikutnya, program ini merambah rumah tangga lainnya yang terdapat di 16 Provinsi. Dengan kata lain, pada Tahun 2018 ada tambahan LTSHE untuk 172.996 titik rumah tangga. Anggaran yang telah dikeluarkan untuk pembangunan ini adalah Rp 558 miliar.

Selain menyediakan listrik untuk rumah tangga, Kementerian ESDM juga menyediakan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) sebanyak 21.839 titik untuk 26 Provinsi. Provinsi Papua mendapatkan alokasi pemasangan PJU sebanyak 600 titik dan 300 titik diantaranya dialokasikan di Kabupaten Puncak. (idr/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed