Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 28 Mar 2019 13:59 WIB

5000 Jaringan Gas Bumi Rumah Tangga Tersambung di Balikpapan

Akfa Nasrulhak - detikFinance
Foto: Dok Kementerian ESDM Foto: Dok Kementerian ESDM
Jakarta - Untuk kedua kalinya, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur mendapatkan program jaringan gas bumi (jargas) bagi rumah tangga. Kali ini sebanyak 5000 jargas untuk rumah tangga telah tersambung.

"Pada umumnya pemanfaatan jargas ini akan memberikan penghematan dibandingkan jika sebelumnya memanfaatkan LPG," ujar Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto dalam keterangannya, Kamis (28/3/2019).

Dwi mengatakan itu saat peresmian jargas di Kelurahan Gunung Sari Ulu, Kota Balikpapan, Rabu (27/3). Sebelumnya, pada tahun 2016, sebanyak 3.849 SR telah terpasang di rumah warga.


Pada tahap kedua, jargas di Kota Balikpapan tersebar di Kelurahan Sumber Rejo, Karang Jati, Karang Rejo, dan Gunung Sari Ulu. Penambahan sambungan jargas di Kota Balikpapan ini tidak terlepas dari kooperatifnya pelanggan dalam memanfaatkan jargas yang ada selama ini.

Selain untuk mengurangi subsidi LPG dan mengoptimalkan pemanfaatan gas alam nasional, Pemerintah berharap program jaringan gas kota punya dampak signifikan untuk meringankan beban masyarakat.

Dwi Soetjipto mengatakan pemanfaatan gas bumi melalui pembangunan Jargas untuk rumah tangga merupakan program berkelanjutan Kementerian ESDM. Hal itu sebagai bentuk konsistensi pemerintah dalam menyediakan energi berkeadilan, pemanfaatan gas akan dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari masyarakat dan diutamakan untuk kebutuhan domestik.

Pada peresmian ini Dwi juga mengunjungi rumah salah satu warga pengguna jargas di rumah Ganesha (29) di Jln. S Parman RT 28 No 20. Ganesha mengaku bersyukur dengan adanya program gas kota ini karena dirinya bersama warga lainnya sudah tidak perlu keliling mencari gas apabila gasnya habis, khususnya untuk memasak.

"Sekarang enak tinggal pakai saja, nggak ada biaya dan mengeluarkan energi untuk keluar rumah mencari gas. Hanya bayar rekening saja sesuai pemakaiannya," ucap warga kelurahan gunung sari ulu Kota Balikpapan ini.

Direktur Logistik Suplay Chain dan Infratruktur PT Pertamina (Persero) Gandhi Sriwidodo mengatakan salah satu bentuk dukungan Pertamina dalam program jargas ini adalah dengan mensinergikan afiliasinya untuk melayani kebutuhan dari hulu hingga hilirnya.

"Gasnya diperoleh dari PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur selanjutnya pengelolaan city gas/jargas dilakukan PT Pertagas Niaga," jelasnya.

Sementara, Direktur Utama PT Pertagas Niaga Linda Sunarti mengatakan, setelah sambungan jargas selesai, proses selanjutnya adalah mengalirkan gas kota melalui proses aktivasi meter dan konversi kompor yang dilakukan secara bertahap oleh operator PT Pertagas Niaga sejak bulan Maret 2019.

"Pertagas Niaga akan menjadi pelaksana untuk proses konversi tersebut dengan memodifikasi kompor gas yang telah dimiliki warga," papar Linda.

Selain itu masyarakat diimbau untuk turut serta merawat jargas di rumahnya serta melakukan koordinasi dengan tim jargas atau menghubungi Call Center Pertamina di 1-500000 apabila ingin melakukan perubahan atau perbaikan jaringan.


Acara ini dihadiri juga oleh Anggota Komisi VII DPR RI H. Ihwan Datu Adam, Walikota Balikpapan Rizal Effendi, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Alimuddin Baso, Direktur Logistik Suplay Chain dan Infratruktur PT Pertamina (Persero) Gandhi Sriwidodo, Direktur Keuangan dan Dukungan Bisnis PT Pertamina Gas Tenny R.A. Rusdy, dan President Director PT Pertagas Niaga Linda Sunarti.

Jargas Beroperasi di Penajam Paser Utara

Selain Kota Balikpapan, di hari yang sama, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) juga secara resmi telah merasakan manfaat jargas. Bertempat di Kelurahan Nenang, Anggota Komite BPH Migas, Jugi Prajogio didampingi oleh Bupati PPU Abdul Gafur Masud meresmikan jaringan gas kota sebanyak 4.260 SR.

"Jaringan gas bumi untuk rumah tangga dan pelanggan kecil sesuai Perpres No. 6 Tahun 2019, dinyatakan bahwa Menteri melakukan perencanaan penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui jargas yang didasarkan pada volume kebutuhan penyaluran gas bumi untuk rumah tangga dan pelanggan kecil, ketersediaan sumber gas bumi, dan ketersediaan infrastruktur penunjang," ujar Komite BPH Migas Jugi Prajogio.

Jargas di Kabupaten PPU merupakan yang pertama kali dibangun oleh Ditjen Migas, Kementerian ESDM dengan APBN Tahun Anggaran 2018. Jargas Kabupaten PPU ini tersebar di Kelurahan Nenang, Penajam, Nipah-Nipah, Gunung Seteleng dan Sungai Parit .

"Pembangunan jargas di Penajam Paser Utara telah memenuhi kriteria tersebut sehingga Pemerintah juga membangun jargas di sini, untuk masyarakat dapat mendapatkan manfaat dan memperbaiki keekonomian masyarakat," lanjutnya.

"Terkait kebijakan jargas, kami (BPH Migas) memiliki fungsi dalam penetapan harga jual gas bumi untuk Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil, khususnya di Penajam Paser Utara ini telah ditetapkan sebesar Rp. 4.250/M3, harga ini jauh lebih ekonomis dibandingkan dengan LPG 3Kg. Harapan kami masyarakat dapat merasakan manfaat dari jargas dengan jauh lebih mudah dan murah," tambah Jugi.


Program jargas merupakan program Pemerintah melalui Kementerian ESDM guna memudahkan masyarakat untuk mendapatkan akses energi gas yang murah, mudah dan aman. Sejak dibangun pertama kali pada tahun 2009, total SR jargas yang terbangun dengan dana APBN hingga saat ini mencapai 325.773 SR yang terdistribusi di 16 provinsi, 40 kabupaten/kota. Pada tahun 2019 rencananya akan dibangun sebanyak 78.216 SR jargas di 18 lokasi.

Total jargas yang dibangun di Provinsi Kalimantan Timur sendiri mencapai 34.574 SR yang tersebar di Kota Balikpapan sebanyak 8.849 SR, Kota Bontang 16.965 SR, Kabupaten Penajam Paser Utara 4.260 SR dan Kota Samarinda sebanyak 4.500 SR.Balikpapan. (ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com