Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 02 Apr 2019 12:31 WIB

Hitung-hitungan Jonan, Harga B100 Bisa Rp 14.000/Liter

Danang Sugianto - detikFinance
Ilustrasi B100/Foto: Istimewa/Kementerian Pertanian Ilustrasi B100/Foto: Istimewa/Kementerian Pertanian
Jakarta - Pemerintah terbilang serius dalam menerapkan pencampuran minyak sawit mentah (CPO) dengan BBM. Setelah menerapkan Biodiesel 20% (B20), pemerintah akan meneruskan hingga B100.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, pemerintah sudah menginstruksikan Pertamina untuk mengubah beberapa kilang menjadi fasilitas pengolahan B100. Salah satunya Kilang Dumai.

"Nanti diolah clean 100% tidak ada BBM crude-nya sama sekali. Itu sangat bisa sekali kita lakukan," ujarnya di Energy Building, Jakarta, Selasa (2/4/2019).


Sayangnya, menurut hitung-hitungan pemerintah harga B100 jika diterapkan terbilang cukup mahal. Menurut hitungan Jonan sekitar Rp 14.000 per liter.

"Harga jualnya kira-kira Rp 14.000. Kalau Rp 14.000 bisa dijual ke siapa, yang paling memungkinkan ke konsumen Pertamina Dex," tambahnya.

Memang, kata Jonan, dalam menciptakan energi terbarukan selalu saja terganjal masalah harga. Apalagi masih banyak masyarakat Indonesia yang daya belinya rendah.


Untuk itu, pemerintah saat ini masih mencari cara agar produk B100 nantinya bisa dijual dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat luas. Salah satunya dengan berdiskusi dengan para pengusaha CPO.

"Kita masih cara bagaimana turunkan biaya produksi dan berunding ke produsen sawit harganya dealing dengan harga crude. Atau biaya produksi berapa tambah margin atau yang mana, ini masih dicari formulanya," tegasnya. (das/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com