Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 11 Apr 2019 15:08 WIB

Soal Wacana Tarif Listrik Turun, Jonan: Pilih Subsidi atau Pembangunan?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Menteri ESDM Ignasius Jonan/Foto: Ari Saputra Menteri ESDM Ignasius Jonan/Foto: Ari Saputra
Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menanggapi wacana tarif listrik hingga 20%. Mengutip CNBC Indonesia, penurunan tarif bisa dilakukan melalui penambahan subsidi.

"Menurut saya bisa tapi harus tingkatkan subsidi. Nambah hampir dua kali lipat, sekitar Rp 50 triliun hingga Rp 60 triliun," kata Jonan di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (11/4/2019).


Yang jelas, Jonan menekankan prioritas kebijakan harus ada yang dipilih.

"Itu mau untuk subsidi atau pembangunan. Pilihan setiap pemerintahan maunya bagaimana, apa mau bangun jalan lagi, bangun kelistrikan di desa desa atau bagaimana?" ujarnya

Jonan mengingatkan masih terdapat beberapa wilayah di Indonesia yang belum terakses listrik. Jika ingin subsidi yang dinaikkan, artinya listrik hanya bisa dinikmati oleh mereka yang sudah punya akses listrik saja seperti di kota-kota.

"Yang belum ada layanan kelistrikan malah tidak dapat subsidi sama sekali jika tarif diturunkan. Prinsip keadilan sosialnya ini bagaimana nantinya," kata Jonan.

(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed