ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 09 Mei 2019 06:47 WIB

Freeport Buka Peluang Gandeng Mitra untuk Kelola Smelter

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Angga Aliya ZRF Foto: Angga Aliya ZRF
Jakarta - PT Freeport Indonesia (PTFI) akan bangun fasilitas pengolahan dan pemurnian konsentrat yang berlokasi di Gresik dengan target rampung pada 2022.

Untuk operasinya sendiri, Freeport masih menimbang apakah akan menggandeng mitra atau akan dikelola sendiri secara mandiri oleh perusahaan.

"Itu yang belum tahu juga. Bisa jadi ada partner yang kita mau. Tapi kemungkinan sih akan PTFI sendiri. Tapi belum diputuskan," ujar Juru Bicara PT Freeport Indonesia Riza Pratama, di Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Namun, Riza mengatakan bahwa PTFI tetap membuka kesempatan bagi perusahaan lain jika berminat dan kompeten dalam mengoperasi smelter tersebut. Akan tetapi, fokus utama PTFI saat ini adalah membangun komitmen dengan pemerintah melalui pembangunan smelter ini.

"Yang penting komitmen kita ke pemerintah kita bangun dulu. Nanti di jalan ada yang mau partneran atau gimana kita open," tutur Riza.


Terakhir, proses pembangunan smelter PTFI di Gresik tercatat sudah mencapai 3,86%.

"Selesaikan 2022, (pembangunan) smelter. Progres 3,86%, lokasi di Gresik," kata Direktur Utama PTFI Tony Wenas saat berkunjung ke tambang bawah tanah Freeport, Papua, (3/5/2019) lalu.

Lalu, Riza memaparkan bahwa hingga saat ini pengerjaan smelter masih dalam proses penstabilan tanah, serta fokus pada amdal ( Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Namun, untuk pembangunan infrastrukturnya sendiri belum dilaksanakan.


Untuk ground breakingnya sendiri direncanakan mulai di awal tahun 2020 sesuai dengan arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

"Saya pikir tahun segitu (2020). Tidak mungkin akhir tahun. Mungkin awal tahun depan,"kata Riza. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com