Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 15 Mei 2019 23:15 WIB

Di Kantor Jonan, Sri Mulyani Kenang Negosiasi Saham Freeport

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Erwin Dariyanto/detikcom Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Erwin Dariyanto/detikcom
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hari ini menjadi pembicara dalam acara One Hour University di Kementerian ESDM. Dalam paparannya dia mengenang kembali proses negosiasi akuisisi saham PT Freeport Indonesia.

"Seperti kemarin di ruangan ini kita mau negosiasi dengan Freeport. Hampir dua tahun kita bertemu," kata Sri Mulyani di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Sri Mulyani teringat saat-saat rapat membahas upaya mengambilalih saham Freeport Indonesia. Pembahasan itu berlangsung di Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, dan Kementerian Keuangan.


"Kadang rapat di ruangan pak Menteri ESDM, kadang di tempat saya (Kemenkeu), kadang di ruangan bu Rini, kadang pagi, kadang malam, kadang ketawa kadang jengkel. Tapi kita akhirnya estimasi berapa dia produksi, pajak, royalti sampai PBB-nya, hingga mereka menyampaikan kemajuan smelter yang dibangun," jelas mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu

Sebelumnya pemerintahan Kabinet Kerja telah berhasil menyelesaikan proses divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan membeberkan kunci sukses dan trik jitu berhasil menyelesaikan negosiasi dengan Freeport McMoRan, induk Freeport Indonesia.

Dia bilang, sejatinya tak ada trik khusus dalam proses negosiasi Freeport Indonesia. Kuncinya adalah menempatkan hak dan kewajiban kedua belah pihak dengan baik dan berimbang sehingga proses negosiasi bisa dijalani dengan baik.


"Kalau kita lihat dari konstitusi dan perjanjian dengan Freeport, yang paling penting bagaimana kita negosiasi dengan Freeport secara fair," katanya dalam acara Indonesia Millenials Summit 2019 di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, awal tahun ini.

Menurut Jonan negosiasi yang dilakukan dengan Freeport Indonesia tidak mudah lantaran prosesnya yang amat detail. Namun kini kesepakatan telah diteken di mana Indonesia menguasai 51% saham atas kepemilikan Freeport Indonesia. (kil/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com