Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 08 Jun 2019 13:15 WIB

Mudik Lebaran: Konsumsi Pertamax Naik 25%, Avtur Turun 9%

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Ilustrasi/Foto: dok. Pertamina Ilustrasi/Foto: dok. Pertamina
Jakarta - Jelang puncak arus balik libur Idul Fitri 1440 H, tim posko nasional sektor ESDM melaporkan pasokan listrik, Bahan Bakar Minyak (BBM), Listrik, Liquified Petroleum Gas (LPG), dan Bahan Bakar Gas (BBG) nasional dalam kondisi normal dan aman.

"Alhamdulillah pasokan aman selama lebaran, masyarakat bisa Lebaran nyaman. Hingga kemarin (H+2 Idul Fitri) pasokan BBM, listrik, LPG, BBG juga normal. Hingga akhir libur Idul Fitri kita juga sudah siapkan upaya-upaya untuk mengamankan sektor ESDM," ungkap Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi dalam keterangannya, Sabtu (8/6/2019).

Dilaporkan tim posko, konsumsi BBM nasional jenis gasoline mengalami kenaikan dibanding hari normal dengan kenaikan Pertalite 4,77%, Pertamax/Akra 92 naik 25,71% dan Pertamax Turbo naik 4,55%.

"Rata-rata naik konsumsi bensinnya, kecuali Premium yang turun 3,07%," tutur Agung.


Sementara untuk BBM jenis solar, imbuh Agung, dengan tidak beroperasinya kendaraan berat H+2 Idul Fitri mengakibatkan penurunan cukup tajam pada konsumsi biosolar yang turun hingga 76,15% dan dexlite 72,47%, namun Pertamina Dex naik sedikit 8,96%. Selain itu konsumsi minyak tanah turun hingga 90,77% dan avtur juga turun 9,46%.

Pasokan BBM secara umum juga melebihi kondisi normal dengan rincian Premium (coverage days 21 hari), Pertalite (22 hari), Pertamax/Akra (23 hari), dan Pertamax Turbo (56 hari), Biosolar (30 hari), Dexlite (85 hari), Pertamina Dex (36 hari), Kerosene (67 hari) dan Avtur (45 hari). Stok LPG juga dilaporkan sebesar 403.597 Metrik Ton (MT) dengan coverage days 19 hari dan BBG 184.500 M3.

Ketenagalistrikan nasional juga dalam kondisi aman dan normal dengan daya mampu pasok pengusahaan PLN tercatat sebesar 40.363 MW dan beban puncak 25,627,47 MW, sehingga masih ada cadangan sistem 14.735,54 MW atau mencapai 57,5%. Beberapa sistem dalam kondisi SIAGA yakni Nias, Lombok dan Bima.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Jisman Hutajulu, di Jakarta (7/6) melaporkan pada periode libur Lebaran ini beban puncak listrik di Sulawesi mengalami penurunan sekitar 25-30% dari hari biasa.


Penurunan beban puncak ini menyebabkan kondisi over frekuensi dan over voltage pada sistem besar Sulawesi, sehingga PT PLN (Persero) melakukan mitigasi dengan melakukan reserve shut down di beberapa pembangkit dan melakukan curtailment operasi pembangkit EBT yang intermittent.

"Secara umum, pasokan listrik di Sulawesi berada pada kondisi aman dan masyarakat dapat melaksanakan ibadah dan berlibur dengan nyaman," ungkap Jisman.

Sementara untuk kondisi kebencanaan, Posko melaporkan terdapat 69 jumlah gunung aktif, 48 gunung api dalam kondisi normal, 16 gunung api pada level waspada, 4 gunung api pada level siaga. Sedangkan untuk gerakan tanah/longsor terjadi di kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, dan kabupaten pesisir selatan, Sumatera Barat.

Guna melakukan pemantauan atas pasokan energi selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1440 H , Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka posko nasional sektor ESDM yang mulai berlaku efektif pada H-15 s.d H+13 lebaran, yaitu tanggal 21 Mei 2019 hingga 21 Juni 2019. Posko nasional juga menyediakan layanan pelaporan melalui call center/hotline di beberapa subsektor, antara lain:
a. BBM/Jargas/LPG, yaitu 021-5276709 (BPH Migas), 1-500-000 (Pertamina), 021-633300 (PGN) dan 021-531110 (AKR)
b. Ketenagalistrikan, yaitu (kode area)123
c. Kebencanaan Geologi, yaitu 022-7272606
d. Layanan Call Center ESDM 136 (ara/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com