Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 20 Jun 2019 16:34 WIB

Pemerintah Proyeksi Harga Minyak Mentah US$ 60-70 per Barel

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: BBC Foto: BBC
Jakarta - Pemerintah dalam kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM PPKF) mengusulkan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) tahun depan sebesar US$ 60-70 per barel. Rentang yang cukup lebar karena adanya ketidakpastian global.

"Adanya perang dagang antara Tiongkok dan Amerika, dan perubahan-perubahan geopolitik di Timur Tengah dan sebagainya. Makanya rangenya besar US$ 60-70," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dalam rapat kerja di Komisi VII DPR Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Jonan mengatakan, pada tahun ini ICP ditetapkan US$ 70 per barel. Namun, rata-rata saat ini baru US$ 63 per barel.


"Tahun ini ditetapkan US$ 70 sampai hari ini rata-ratanya US$ 63. Kalau bapak tanya sampai Desember berapa kira-kira US$ 60. Kita nggak bisa bilang pasti US$ 70," katanya.

"Ini kadang-kadang ada tokoh internasional yang ngirim Twitter berubah," ujarnya.

Untuk lifting minyak dan gas bumi (migas) 1.886-2.140 ribu barell oil of equivalent (BOEPD) atau barel setara minyak. Adapun rinciannya, lifting minyak bumi 695 ribu-840 ribu BOPD dan lifting gas bumi 1.191-1.300 ribu BOEPD.

Usulan Kementerian ESDM sendiri, lanjutnya, ICP US$ 60 barel, lifting migas 1.893 ribu BOEPD dengan rincian lifting minyak 734 ribu BOPD dan lifting gas 1.159 ribu BOEPD.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com