Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 25 Jun 2019 15:30 WIB

Pemerintah Was-was, Subsidi Solar Berpotensi Bengkak

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pemerintah memperkirakan kemungkinan subsidi BBM akan melebihi kuota yang telah ditetapkan tahun ini sebesar 14,5 juta kilo liter (kl) untuk bahan bakar jenis solar. Hal itu diproyeksikan berdasarkan realisasi subsidi hingga April.

"2019 volume BBM subsidi kemungkinan melebihi 14,5 juta kl seperti yang dianggarkan di APBN. Jadi ini ada risiko di situ," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Dia menjelaskan, hingga April ini subsidi solar yang sudah disalurkan adalah sebesar 5,1 juta kl. Dengan asumsi itu diperkirakan subsidi BBM bakal bengkak hingga 15,3 juta kl di akhir tahun.

"BBM subsidi juga ditaruhnya 14,5 juta kl. Sementara Januari sampai April itu sudah 5,1 (juta kl), itu kan sepertiga tahun. Kalau kita kalikan 3, 5,1 kali 3 sudah 15,3 (juta kl) sementara ditaruh di APBN 14,5. Jadi kita lihat, kita perhatikan terus apa yang terjadi," jelasnya.



Menurutnya perlu ada sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mengawasi konsumsi solar ini agar tepat sasaran.

"Nah terakhir sinergi pemda dan pusat sangat penting karena di pemda adalah salah satu yang bisa kendalikan dan mengawasi konsumsi BBM," tambahnya.




Pemerintah Was-was, Subsidi Solar Berpotensi Bengkak
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed