Kalau Tarif Listrik Mau Naik Harus Bertahap

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 04 Jul 2019 13:04 WIB
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pemerintah berencana menerapkan tarif penyesuaian (tariff adjusment) non subsidi pada tahun depan. Dengan penyesuaian ini, ada kemungkinan terjadi kenaikan tarif listrik, sebab harga listrik selama ini ditahan.

Direktur Eksekutif Energi Watch Mamit Setiawan mengatakan, dengan penyesuaian ini maka bakal menjadi beban masyarakat.

"Kalau sisi masyarakat akan jadi beban juga terutama 900-1.300 (VA) karena memang saat ini kita tahu di tengah kondisi masyarakat belum bagus juga, dengan ada kenaikan TDL (tarif dasar listrik) akan memberi dampak mereka," ujarnya kepada detikFinance, Kamis (4/7/2019).

Oleh karena itu, dia mengatakan, kalaupun terjadi kenaikan sebaiknya dilakukan secara bertahap. Sehingga, tidak menjadi pukulan ke masyarakat.


"Kalaupun harus naik bertahap, tidak langsung pukulan telak masyarakat kita," ujarnya.

Sementara, Mamit mengatakan, kenaikan ini akan positif bagi keuangan pemerintah dan PT PLN (Persero). Lantaran, beban subsidi dan dana kompensasi akan berkurang.

"Dari sisi pemerintah dengan dinaikkan tersebut berarti beban keuangan pemerintah berkurang, karena secara tidak langsung subsidi dikurangi," ungkapnya.

Mamit menambahkan, selain mendapat subsidi, PLN juga mendapat dana kompensasi dari menahan tarif listrik tersebut.


"Memang dana kompensasi diatur Undang-undang BUMN pasal 61 dijelaskan apabila BUMN karena kebutuhan tidak melakukan kenaikan, maka pemerintah akan memberikan kompensasi atas ketidaknaikan tersebut. Berdasarkan audit BPK 2018, BPK meminta pemerintah untuk memberikan atau membayarkan kompensasi karena tidak ada kenaikan 12 golongan tarif listrik," jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, pemerintah akan menerapkan kebijakan penyesuaian tarif tenaga listrik pada 2020 mendatang. Rida mengatakan kebijakan tersebut akan diberlakukan untuk mengurangi beban APBN yang selama ini menanggung biaya kompensasi akibat tidak naiknya tarif listrik.

Penyesuaian tarif listrik nantinya akan berlaku untuk 12 golongan non subsidi yang ada saat ini. Di antaranya 4 golongan Rumah Tangga, 2 golongan bisnis besar, 2 golongan industri besar, 3 golongan pemerintah dan 1 golongan layanan khusus.

Untuk golongan rumah tangga yakni yang mencakup tegangan rendah (TR) 1.300 VA dan 2.200 VA, TR 3.500 VA s.d 5.500 VA dan TR 6.600 VA ke atas. Sementara untuk bisnis besar mencakup TR 6.600 VA s.d 200 kVA dan Tegangan Menengah (TM) di atas 200 kVA.

Lalu untuk industri besar mencakup TM di atas 200 kVA dan tegangan tinggi (TT) 30.000 kVA ke atas. Untuk golongan pemerintah mencakup TR 6.600 VA s.d 200 kVA, TR di atas 200 kVA.

Simak Video "Sri Mulyani Anggarkan Rp 11,6 T untuk Diskon Listrik 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)