Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 18 Jul 2019 13:16 WIB

Infrastruktur Terbatas Jadi PR Pemerintah Genjot Industri Tambang

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Truk melintas menuju lokasi pertambangan nikel di Halmahera/Foto: dok. Antam Truk melintas menuju lokasi pertambangan nikel di Halmahera/Foto: dok. Antam
Jakarta - Industri pertambangan harus menghadapi tantangan, salah satunya keterbatasan infrastruktur. Kasubdit Analisis Kebijakan Industri Ekstraktif dan Energi Kemenko Perekonomian Marentyas mengatakan keterbatasan infrastruktur di sektor energi masih menjadi tantangan dalam mendongkrak industri pertambangan dalam negeri.

"Keterbatasan infrastruktur, lalu industri hilir dalam negeri belum terbentuk. Itu masih jadi PR kita semua," katanya dalam diskusi publik bertajuk Kebijakan Strategis Tata Kelola Pertambangan di Kuningan, Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Selain itu, faktor global juga masih sangat mempengaruhi industri pertambangan di dalam negeri. Hal itu juga menjadi salah satu tantangan di industri ini.


"Tantangan dari luar, industri pertambangan sangat dipengaruhi dari luar atau global. Jadi walaupun kita menggenjot, tapi permintaan di luar nggak ada ya sama saja percuma," katanya.

Marentyas mencontohkan dalam hal batu bara. Dia menyebut hilirisasi batu bara masih belum layak secara ekonomi. Batu bara dinilai tak terlalu menguntungkan karena masih menjadi sumber energi yang murah dan berlimpah.

"Tantangannya hilirisasi batu bara masih belum layak secara ekonomi. Dinilai belum menguntungkan. Kedua batu bara masih jadi sumber energi yang murah dan melimpah," katanya.

(fdl/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com