Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 18 Jul 2019 13:49 WIB

Jonan Debat Panas dengan Komisi VII DPR soal BBM Satu Harga

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Salah satu Anggota Komisi VII DPR RI, Ari Yusnita menyindir soal program unggulan pemerintah di bidang energi yakni BBM satu harga. Menurutnya program itu tidak berjalan baik.

Ari mengaku menemukan program BBM satu harga di dapilnya Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara tidak berfungsi. Dia menemukan SPBU BBM satu harga tidak memiliki stok.

Hal itu disampaikannya langsung di depan Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam rapat kerja di ruang rapat Komisi VII, DPR, Jakarta, Kamis (18/7/2019).

"BBM satu harga masih jalan Pak Menteri. Tapi (BBM-nya) kadang ada, kadang enggak ada. SPBU-nya ada, tapi minyaknya nggak ada. Jadi kita ngapain resmikan BBM satu harga," ujarnya.


Menurut Ari jika program BBM satu harga tidak dilakukan secara maksimal atau penerapannya tidak menyeluruh lebih baik dibatalkan. Sebab masyarakat berharap besar atas program tersebut, khususnya masyarakat di daerah terpencil.

"Ya jangan hanya resmikan BBM satu harga tapi nggak berfungsi. Kasihan mereka yang sudah berharap. Masyarakat Kaltara berharap, setidaknya bisa terealisasi lah," tegasnya.

Jonan pun bertanya balik kapan Ari menemukan hal itu. Dia juga meminta bukti. Hingga terjadi percakapan di antara keduanya saat rapat berlangsung.

"Kapan ibu ke sana?" tanya Jonan.

"Saya cek itu 2018 bulan 9, tanggalnya saya lupa," jawab Ari.

"Ibu datang cuma sekali? Mungkin pasokannya telat," tambah Jonan.


"Saya ada kok buktinya, saya ada fotonya, nanti saya kirim langsung ke Pak Menteri fotonya," jawab Ari.

"Lho kalau foto ya susah kami ngeceknya itu ada minyaknya atau nggak," kata Jonan.

Meski begitu, Jonan masih menanggapi masukan dari Ari. Dia akan memerintahkan Pertamina untuk melakukan pengecekan langsung ketersediaan BBM untuk program BBM satu harga.

"Saya minta kepala unit kerja, BBM satu harga masih jalan. Kadang-kadang pasokannya telat. Saya akan minta GM Pertamina di sana untuk berkoordinasi dengan Ibu Ari," tutupnya. (das/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com