Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 28 Jul 2019 17:06 WIB

Keruk Tambang Bawah Tanah, Freeport Kucurkan Rp 14 Triliun

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Angga Aliya ZRF Foto: Angga Aliya ZRF
Mimika - PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelontorkan dana di atas Rp 1 miliar atau setara Rp 14 triliun (kurs Rp 14.000/US$). Dana tersebut untuk mengembangkan tambang bawah tanah (underground) di Grasberg, Papua.

"Jadi kita tahun ini investasi untuk tambang bawah tanah kira-kira lebih dari US$ 1 miliar, tahun ini saja," kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas di Tambang Grasberg, Papua, Minggu (28/7/2019).

Namun dia tak merinci dana tersebut untuk dialokasikan apa aja. Intinya adalah untuk mengembangkan tambang bawah tanah, yang nantinya akan mencapai panjang 1.000 kilo meter (km) hingga tahun 2041.

"Ini total panjang terowongan bawah tanah kami itu 700 km, kalau disambungkan, itu nantinya akan jadi 1.000 km. Itu pada saat maksimalnya akan jadi 1.000 km," jelasnya.


Dia mengatakan, untuk meningkatkan kapasitas tambang bawah tanah, seiring berakhirnya operasi di tambang terbuka (open pit) akhir 2019, akan diinvestasikan dana hingga US$ 15 miliar.

"Untuk development tambang bawah tanah, karena perlu di-develop terus sampai full capacity, dan tahun-tahun ke depan juga dalam 22-23 tahun ke depan akan investasi lagi sekitar US$ 15 miliar," tambahnya.



Simak Video "Tonton Blak-blakan SS: Soal Freeport, Sikap Jokowi Berubah-ubah"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com