Protes RI soal Biodiesel Masih Tunggu Jawaban WTO 2 Minggu Lagi

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Rabu, 21 Agu 2019 11:54 WIB
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Pemerintah telah melayangkan protes ke World Trade Organization (WTO) pada pekan lalu. Hal itu terkait adanya pemberlakuan bea masuk sementara untuk biodiesel Indonesia sebesar 8-18% yang berlaku 14 Agustus 2019 di Eropa.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, hingga saat ini protes yang dilayangkan itu masih belum direspons. Menurutnya, memerlukan waktu sekitar satu hingga dua minggu lamanya.

"Ya belum (direspons) lah ya, emang kita kirim surat ke media. Itu juga mesti ditunggu satu minggu, dua minggu, baru direspons," kata Enggartiasto di sela acara Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue di Nusa Dua, Bali, Rabu (21/8/2019).


Meski begitu, pria yang akrab disapa Enggar itu mengatakan bahwa respons dari protes itu tergantung dari WTO. Yang pasti, kata Enggar, pemerintah telah menyampaikan keberatan kepada Uni Eropa.

"Yang pasti kita sudah sesuai jadwal, kita sudah sampaikan keberatan. Itu dulu yang kita agendakan," kata Enggar.


Untuk diketahui, Uni Eropa mengenakan tarif biodiesel Indonesia karena menganggap pemerintah memberi subsidi besar-besaran pada eksportir. Maka itu, pemerintah melayangkan surat keberatan.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan aksi balasan dengan mengajak importir memasok produk olahan susu selain Eropa.

Simak Video "Jokowi: B30 Bisa Hemat Devisa Rp 63 Triliun"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/ara)