Acara peresmian 100 persen desa di pulau terdepan di Kabupaten Natuna ini, dihadiri Plt Gubernur Kepri, Isdianto dan Direktur Bisnis Regional Sumatera (Diregsum) PLN, Wiluyo Kusdwiharto, GM Unit Induk Wilatah Riau-Kepri, Irwansyah Putra, Selasa (27/8/2019).
Diregsum, Wiluyo menjelaskan untuk mendukung kelistrikan di wilayah pulau, tahun ini, PLN bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Dalam hal ini PLN bersama ITS sedang mengembangkan Barge Mounted Power Plant, yaitu pembangkit listrik di atas kapal dengan spesifikasi kapasitas produksi 5 x 1 MW, 2 x 100 KW, 2 x 200 KW dan 1 x 500 KW.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mendukung kelistrikan di Natuna, kata Wiluyo, pihaknya bekerja sama dengan pengembang merencanakan pembangunan pembangkit 4 MW. Untuk pembangkit ini bahan bakarnya Bios Mass dan kayu dari pohon kaliandra.
"Mudah-mudahan pembangunan pembangkit Energi Baru Terbarukan dapat segera terealisasi di tahun 2021 mendatang," kata Wiluyo.
Saat ini, katanya, sudah 100% desa di pulau penghasil gas lepas pantai sudah teraliri listrik di 27 pulau yang ada di sana.
"Dalam tiga tahun PLN berhasil alirkan listrik kepada 3.427 pelanggan di 40 desa dari 33 desa baru dan 7 desa lama. Nilai investasi sebesar Rp 28,2 miliar," kata Wiluyo.
(cha/eds)











































