Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 12 Sep 2019 16:00 WIB

Kaya Gas Alam, Papua Barat Ngaku Nggak Terasa Dampaknya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
ndahnya Kota Manokwari dari Ketinggian/Foto: Agung Pambudhy ndahnya Kota Manokwari dari Ketinggian/Foto: Agung Pambudhy
Ambon - Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani mengeluhkan komoditas gas alam di Papua Barat hanya dikeruk saja tanpa pernah digunakan oleh masyarakat lokal. Hal itu disampaikannya di depan Kepala Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) dalam acara Konsultasi Regional soal RPJMN 2020-2025.

Lakotani menyampaikan gas bumi di Papua Barat bagaikan air mancur, yang terpencar kemana-mana. Maksudnya, gas bumi keluar di tanah Papua namun hasilnya dirasakan di tempat lain.

"Ada soal kami menyampaikan gas alam ini seperti teori air mancur, airnya dari sini mancurnya kemana-mana," kata Lakotani, di Hotel Santika, Ambon, Kamis (12/9/2019).



Padahal, Papua Barat merupakan salah satu penghasil gas alam yang besar. Dia berharap agar gas alam di Papua bisa digunakan sebagai energi untuk membangkitkan listrik dan menerangi Papua.

"Catatan kami, kami di Papua Barat ini jadi penghasil gas besar, kami harap sumber daya ini bisa dimanfaatkan untuk percepatan listrik berbasis gas," kata Lakotani.

Lakotani menjelaskan selama ini dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) program Papua Terang, bauran energi gas bumi makin kecil. Padahal, rakyat Papua mau sumber dayanya bisa digunakan masyarakat lokal.

"Kalau saya liat RUPTL tenaga listrik, di program Papua Terang (energi gas) nggak mengalami perubahan, justru malah mengecil mundur terus," ucap Lakotani.



Simak Video "Siswa di Ponorogo Bikin Pembangkit Listrik Bertenaga Bayu"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com