Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 15 Sep 2019 22:52 WIB

Sukses Terbitkan Samurai Bond Perdana, PLN Raup Rp 3 Triliun

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Foto: Dok. PLN Foto: Dok. PLN
Jakarta -

Perusahaan pelat merah PT PLN (Persero) berhasil mencatatkan debut pertamanya dalam penerbitan obligasi, sehingga memperoleh dana segar 23,2 miliar yen atau setara Rp 3 triliun via penerbitan Samurai Bond di Jepang. Ini diterbitkan dalam 3-tranche yang terdiri dari masing-masing tenor 3 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun dengan kupon tetap.

Obligasi ini mendapatkan peringkat 'Baa2' oleh Moody's, 'BBB' oleh Standard and Poor's, dan 'BBB' oleh Japan Credit Rating. Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto mengatakan penerbitan ini menjadi sangat penting karena PLN kembali berhasil melakukan penerbitan dalam denominasi mata uang asing selain yang selama ini diterbitkan yakni, USD setelah juga berhasil melakukan penerbitan surat utang berdenominasi Euro pada bulan Oktober 2018 lalu.

"Selain itu, transaksi ini sangat penting dikarenakan beberapa alasan yaitu merupakan penawaran obligasi Samurai pertama oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia yang membuka jalan selanjutnya bagi para emiten Indonesia dan ASEAN lainnya untuk mengakses pasar obligasi Jepang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (15/9/2019).

Sarwono menyampaikan bahwa sebelum penawaran umum kepada investor di Jepang dilakukan, PLN telah terlebih dahulu mengadakan pertemuan dengan para potensial investor di Tokyo pada Juli 2019.

"Roadshow yang dilaksanakan tersebut sangat membantu investor memahami operasi bisnis PLN dan bagaimana hubungannya yang kuat dengan pemerintah Republik Indonesia mengingat peran dan fungsi PLN yang sangat sentral di Indonesia," tuturnya

Melalui roadshow, dikatakannya, PLN mampu meyakinkan ketertarikan investor atas kredibilitas PLN dengan adanya respons positif dari investor. PLN dengan dibantu perbankan yang telah dikenal luas oleh investor Jepang mulai melakukan soft sounding pemasaran selama 2 hari yaitu pada 4 dan 5 September 2019 dan mendapatkan umpan balik yang positif dari investor.

Pada tanggal 6 September 2019, PLN memulai penawaran umum resmi kepada investor dengan harga acuan awal untuk tranche 3 tahun di Yen Swap Offer ("YSO") + 45-65 bps, 5 tahun di YSO + 75-95 bps, 7 tahun di YSO + 80-100 bps dan 10 tahun pada YSO + 90-105 bps.

"Selama masa penawaran umum, dengan permintaan yang sangat positif dan tinggi dari para investor Yen dan juga harga yang sangat kompetitif maka diputuskan bahwa yang akan diterbitkan adalah tenor di 3,5 dan 10 tahun," jelasnya.

Transaksi ini berhasil diterbitkan pada 12 September 2019 yaitu dengan tenor 3 tahun sebesar JPY 3 milyar dan kupon 0.43%, 5 tahun sebesar JPY 18.5 Milyar dengan kupon 0.87% dan tenor 10 tahun sebesar JPY 1 miliar dengan kupon 1.05%.

"PLN sebagaimana diketahui mendapatkan penugasan pemerintah melalui Perpres 4 Tahun 2016 yang dikenal dengan Program 35 GW yang saat ini sedang terus dikerjakan. Hasil penerbitan Obligasi Samurai ini akan dipergunakan untuk mendanai sebagian kebutuhan investasi untuk Pembangunan Infrastruktur ketenagalistrikan sebagaimana amanat pemerintah," ungkapnya.

Dirinya menambahkan, dengan penerbitan Obligasi Samurai ini tentu saja selain mendapatkan dana segar untuk pembiayaan investasi, PLN juga berupaya mencari alternatif sumber dana investasi baru dengan tetap menjaga tingkat imbal hasil yang sangat kompetitif sehingga tetap mampu menjaga kestabilan Biaya Pokok Penyediaan Listrik yang terjangkau.

PLN akan terus mengejar pencapaian target elektrifikasi secara nasional 99% di tahun 2019 selain juga menyelesaikan proyek-proyek infrastruktur strategis di sisi pembangkitan, transmisi dan distribusi diseluruh Indonesia yang dibarengi terus dengan upaya menjaga keandalan operasinya, guna memberi pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia.

Debut pertama transaksi penerbitan Obligasi Samurai ke Investor Jepang ini menarik minat banyak investor baik central institutional yang berasal dari Tokyo, regional investor di seluruh kawasan Jepang, serta investor-investor non-Jepang yaitu yang berada di luar Jepang dengan jenis investor yang sangat beragam pula.

Hal menarik dalam penerbitan obligasi Samurai kali ini adalah meskipun ini debut transaksi penerbitan pertama bagi PLN dalam Yen. Namun, respon investor yang cukup tinggi didapatkan, bukan hanya dari para investor besar yang berpusat di Tokyo namun juga PLN mampu menarik minat investor perbankan regional di Jepang untuk menanamkan investasinya di surat utang PLN.

Hal ini menandakan bahwa investor Jepang sangat percaya dan yakin akan tingkat risiko berinvestasi di Indonesia khususnya PLN selain juga ditopang oleh strategi PLN dengan memperoleh pemeringkatan dari lembaga pemeringkatan Jepang yaitu JCR sangat berhasil dalam hal ini.

Sebagai informasi alokasi penerbitan obligasi Samurai tersebut tersebar di beberapa jenis investor sebagai berikut Shinkin/bank lokal (36%), life insurers (24%), regional banks (15%), offshore banks (12%), asset managers (9%) dan lainnya (4%).

Dalam penerbitan ini PLN dibantu oleh lembaga keuangan yaitu Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities Co Ltd, Mizuho Securities Co Ltd, Nomura Securities Co Ltd., dan SMBC Nikko Securities Inc.





Simak Video "Ajarkan Budaya Menabung Sejak Dini, BRI Buka BRILink di Sekolah"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com