Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 01 Nov 2019 16:48 WIB

Jokowi Sebut Harga Gas Industri di RI Mahal

Marlinda Oktavia Erwanti - detikFinance
Foto: Andhika Prasetia/detikcom Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut harga gas industri di Indonesia lebih mahal jika dibandingkan di negara lain. Dirinya pun meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengecek penyebabnya.

Jokowi meminta dicarikan biang kerok yang membuat harga gas industri di Indonesia kemahalan.

"Saya sudah menyampaikan kepada Menteri ESDM kemarin agar betul-betul yang namanya harga gas itu dilihat lagi. Beban-beban mana yang menyebabkan harga itu menjadi sebuah angka yang kalau dilihat oleh industri di negara-negara lain, harga kita ini terlalu mahal," kata Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Menurut Mantan Walikota Solo itu bisa saja penyebab mahalnya harga gas industri karena harga sewa pipa dari sumur produksi ke kawasan industri, misalnya dari sumur gas di Dumai menuju Jawa.

"Apakah harga sewa pipa gas itu terlalu mahal? Bisa saja di situ. Karena data yang saya miliki, harga gas di offshore masih normal. Begitu ditarik ke industri, ditarik ke sebuah area ekonomi itu kok lebih mahal, ada di mana, makanya saya suruh cek," jelasnya.



Jokowi pun heran kenapa harga gas industri di Indonesia bisa sampai US$ 9-US$ 11 per MMBTU, sementara harga di offshore masih normal.

"Dilihat secara detail betul ini yang menyebabkan harganya kok sampai US$ 9 sampai US$ 11, dari mana. Hitung-hitungannya dari mana. Di offshore-nya harganya sekian kok setelah ke pengguna, ke user bisa jadi angkanya setinggi gitu," ungkapnya.

Di samping itu, menurutnya penting industri yang berhubungan dengan gas agar lokasinya dekat dengan sumur-sumur gas yang ada. Harapannya itu bisa membuat harga gas tidak semahal sekarang.

"Ini harus kita desain lagi kawasan industri yang khusus membutuhkan gas memang harus didekatkan dengan sumur-sumur yang ada," tambahnya.



Simak Video "Istana Beberkan Awal Mula dan Tugas Wakil Panglima TNI"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com