Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 11 Nov 2019 18:52 WIB

Dikelola Conoco Cs, Blok Corridor Sumbang US$ 250 Juta ke Negara

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama/detikcom Ilustrasi/Foto: Pradita Utama/detikcom
Jakarta - Wilayah Kerja (WK) Corridor kembali dikelola ConocoPhillips (Grissik) Ltd, PT Pertamina Hulu Energi Corridor dan Talisman (Corridor) Ltd yang saat ini menjadi Repsol. Hal ini ditandai dengan penandatangan kontrak bagi hasil gross split WK Corridor, di mana kontrak akan berakhir pada tahun 2023 dan diperpanjang 20 tahun.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, WK Corridor merupakan WK strategis lantaran merupakan salah satu produsen gas bumi terbesar di Indonesia. Produksinya sebesar 12% dari produksi nasional saat ini.

"Wilayah Kerja Corridor merupakan salah satu wilayah kerja migas yang bernilai strategis mengingat besarnya produksi gas bumi dari Wilayah Kerja Corridor merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia yaitu sekitar 1.100 MMSCF gas bumi per hari atau setara dengan 12% dari total produksi Gas Bumi nasional saat ini," kata Arifin di Kementerian ESDM Jakarta, Senin (11/11/2019).

"Sementara produksi minyak dan kondensat sekitar 6.600 bopd," tambahnya.



Lebih lanjut, kontraktor sendiri telah membayar signature bonus sebesar US$ 250 juta dan akan melaksanakan Komitmen Kerja Pasti 5 Tahun Pertama senilai US$ 250 juta.

"Signature bonus tersebut merupakan yang terbesar kedua selama adanya kontrak kerja sama wilayah kerja migas di Indonesia," kata Arifin.

Ia pun meminta agar kontraktor tidak hanya dapat mempertahankan namun juga meningkatkan laju produksi migas dari WK Corridor. Serta, mengupayakan penemuan cadangan migas baru melalui kegiatan eksplorasi.



Simak Video "Ekspor Januari 2018 Turun 2,81 Persen, Didominasi Sektor Nonmigas"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com