Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 15 Nov 2019 13:43 WIB

Klasik, Impor Migas Masih Bebani Neraca Dagang RI

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: BBC Foto: BBC
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan di Oktober 2019 surplus tipis US$ 161,3 juta. Surplus itu berasal dari ekspor Oktober yang sebesar US$ 14,93 miliar dan impor US$ 14,77 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, surplus itu sebenarnya kurang menggembirakan. Sebab surplus terjadi lantaran penurunan impor lebih besar dari penurunan ekspor.

"Surplus tercipta bukan karena ekspornya naik. Ekspor turun tapi impor kita turunnya juga lebih dalam. Surplus akan bagus kita ekspor naik tapi impornya turun," ujarnya di Gedung BPS, Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Nilai ekspor pada Oktober 2019 itu memang turun 6,13% jika dibandingkan dengan Oktober 2018 yang mencapai US$ 15,91 miliar. Sementara impor turun lebih dalam 16,39% dari US$ 17,67 miliar.


Jika lihat lebih dalam, performa sektor migas masih saja mengalami defisit. Pada Oktober 2019 defisitnya tercatat sebesar US$ 829,2 juta. Sementara perdagangan non migas tercatat surplus US$ 990,5 juta.

Jika dilihat secara keseluruhan dari Januari-Oktober 2019 neraca perdagangan masih defisit US$ 1,79 miliar. Defisit berasal itu berasal dari ekspor US$ 139,1 miliar dan impor US$ 140,9 miliar.

Secara kumulatif sektor migas juga masih defisit sebesar US$ 7,27 miliar. Sementara sektor non migas tercatat surplus US$ 5,48 miliar.



Simak Video "Jokowi Desak Ahok Cs Bangun Kilang Minyak"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com