Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 18 Nov 2019 16:13 WIB

Pemerintah Hemat Subsidi BBM Karena Harga Minyak Anjlok

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: CNN.com Foto: CNN.com
Jakarta - Kementerian Keuangan mencatat bahwa realisasi penyaluran subsidi hingga akhir Oktober 2019 mengalami penurunan atau terjadi penghematan yang cukup tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani mengatakan bahwa penyebab penurunan realisasi anggaran subsidi energi dikarenakan beberapa indikator minyak dan gas (migas) yang turun, salah satunya harga minyak.

"Kalau dilihat pertumbuhannya mengalami penurunan karena indikator migasnya yang turun," kata Askolani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (18/11/2019).


Berdasarkan data Kementerian Keuangan, pada tahun 2019 dianggarkan sebesar Rp 224,3 triliun untuk subsidi energi. Di mana anggaran subsidi BBM dan listrik sebesar Rp 160 triliun.

"Sampai akhir Oktober Rp 98,5 triliun atau 61,6 persen atau turun 16%," jelas dia.

Askolani mengungkapkan bahwa realisasi anggaran subsidi yang mencapai Rp 98,5 triliun terdiri dari BBM yang baru mencapai Rp 58 triliun atau 57,7 persen dari target. Sedangkan subsidi listrik sebesar Rp 40,5 triliun atau 68 persen.


Jika dibandingkan dengan realisasi tahun lalu, kata Askolani, realisasi per Oktober 2018 sudah mencapai Rp 117,4 triliun. Dengan begitu, realisasi penyaluran subsidi hingga Oktober 2019 mengalami penurunan 16 persen.

Simak Video "Penyelewengan Solar Bersubsidi Dibongkar, Beromzet Fantastis!"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com