Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 26 Nov 2019 13:05 WIB

Di PEF 2019, Pertamina Harap Hasilkan Masukan untuk Kebijakan Energi

Akfa Nasrulhak - detikFinance
Foto: Akfa Nasrulhak Foto: Akfa Nasrulhak
Jakarta - Pertamina Energy Forum (PEF) 2019 resmi digelar hari ini, Selasa (26/11) dengan tema 'Driving Factors: What Will Shape The Future of Energy Business' di Hotel Raffles, Jakarta. Acara ini menjadi wadah para pemangku kepentingan dan masyarakat untuk mendapatkan informasi terkini dan akurat mengenai upaya Pemerintah dan Pertamina dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.

Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati mengatakan PEF 2019 kali ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian acara dalam memperingati Hari Ulang Tahun Pertamina ke-62 pada Desember mendatang.

"Acara ini merupakan konferensi tahunan yang digelar oleh Pertamina sejak tahun 2013. Jadi ini acara yang ke-7. Ini merupakan rangkaian dari HUT Pertamina pada 10 Desember 2019 yang akan berusia 62 tahun," ujar Nicke di pembukaan PEF 2019 di Hotel Raffles Jakarta, Rabu (26/11/2019).


Nicke menambahkan, forum ini merupakan sumbangsih Pertamina yang menjadi wadah untuk stakeholders, membahas isu-isu strategis bagi perkembangan sektor energi baik nasional maupun global. Acara ini juga menghadirkan lebih dari 1.000 orang baik dari pengambil kebijakan di bidang energi, perwakilan pejabat pemerintah dan pengamat serta ahli energi.

"Kami mengundang seluruh stakeholder baik dari pihak pemerintah, industri, pemilik teknologi dan juga dari negara sahabat. Ini bertujuan untuk saling sharing pengalaman, memberikan wawasan sehingga kita dapat menetapkan kebijakan yang tepat dalam sektor energi di Indonesia," jelasnya.

Nicke pun menceritakan pengalaman Pertamina Forum Energy pada 2018 silam. Di mana saat itu, menghasilkan inisiatif baru untuk mengadopsi inovasi teknologi dari negara sahabat di sektor energi di mana untuk pengembangan coal gasification untuk solusi pengganti LPG akibat peningkatan impor LPG.

"Pada tahun lalu di mana kita mengambil tema 'Unleashing Domestic Resources for Energy Security'. Dari pembahasan yang kita lakukan dalam forum tersebut menggulirkan inisiatif di mana kemudian Pertamina bersama PT Bukit Asam telah memulai pengembangan coal gasification atau gasifikasi batu bara, yaitu konversi batubara menjadi gas di mana saat ini Indonesia masih tergantung import LPG 70%. Oleh karena itu dengan sumber daya yang melimpah di Indonesia dan dengan melihat teknologi di negara lain pada PEF 2018 kita menggali teknologi dari negara lain," ujarnya.


Nicke mengatakan lewat PEF 2019 kali ini pihaknya mengundang para narasumber ahli bahkan dari mancanegara, yang diharapkan bisa menjadi masukan baik untuk regulator untuk mencapai visi misi yang ditetapkan pemerintah ke depan.

"Kami sadar Pertamina tidak akan mampu melaksanakan ini semua. Dan oleh karena itu forum seperti ini dirasa penting baik untuk Pertamina maupun para regulator karena ini adalah ekosistem, bukan semata Pertamina sebagai company saja," ujarnya.

Simak Video "Slank Anggap Ahok Tepat Jadi Komut Pertamina"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com