Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 27 Nov 2019 22:34 WIB

Menteri ESDM: PLTN Kita Sepakat, tapi...

Hendra Kusuma - detikFinance
Menteri ESDM Arifin Tasrif/Foto: Dok. Kementerian ESDM Menteri ESDM Arifin Tasrif/Foto: Dok. Kementerian ESDM
Jakarta - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) masih terganjal mahalnya harga jual untuk masyarakat. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan hingga saat ini percepatan pembangunan PLTN masih dicarikan solusi.

Pasalnya, investasi yang dibutuhkan sangat besar dan berdampak pada harga jual listrik kepada pelanggan.

"PLTN kita sepakat, tapi costnya, biaya listrik bisa sampai US$ 30-40 sen per kwh kalau pakai PLTN, itu kami dapatkan datanya dari Jepang," kata Arifin di ruang rapat Komisi VII DPR, Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Selain itu, Arifin menyebut percepatan pembangunan PLTN juga perlu dicarikan solusi yang tepat mengenai sistem sosialisasi kepada masyarakat bahwa penggunaan nuklir sebagai bahan baku pembangkit listrik aman.


Selama ini masih banyak masyarakat yang menganggap nuklir memiliki risiko besar.

"Yang paling penting sosialisasikan ke masyarakat sehingga tidak ada ketakutan masyarakat gunakan nuklir," tegasnya.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Jepang ini menambahkan di tanah air sudah memiliki sumber PLTN meskipun belum optimal. Bagi pihak yang ingin mengembangkan harus memastikan ketersediaan bahan bakunya.



Simak Video "Kendaraan di Indonesia Pakai Nuklir, Bisa Nggak Ya?"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com