Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 10 Des 2019 10:11 WIB

Soal Biodiesel, Luhut: Kelihatannya Berhenti di B50

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Anisa Indraini
Jakarta - Pemerintah saat ini tengah menggenjot pemanfaatan biodiesel sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Saat ini program B20 atau pencampuran 20% biodiesel dengan solar sudah berjalan, bahkan di tahun depan akan diterapkan B30.

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan penerapan campuran biodiesel berdampak pada menurunnya impor migas. Akhir tahun depan, Luhut mengatakan, program tersebut naik ke B40.

"B20 kita punya impor energi year on year itu sama dengan 2009. Jadi kau bayangkan 2016 lakukan sebenarnya sudah lama kita tidak impor. Tahun depan akhir kita masuk B40," ujar Luhut di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019).



Luhut mengatakan bahwa kemungkinan program ini hanya sampai B50. Pasalnya, pasokan campuran bahan bakar nabati (BBN) untuk campuran solar belum cukup.

"Kelihatannya berhenti di B50 karena nggak cukup suplainya," tuturnya.

Ia juga mengatakan, harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) berada di level US$ 700 per metrik ton. Harganya ke depan juga bisa naik seiring bertambahnya kebutuhan untuk bahan campuran solar untuk program B40 dan bahkan B50.

"Policy yang kita buat ini menyeimbangkan pengurangan fossil energy," katanya.

Luhut mengatakan, bukan tidak mungkin program B50 bisa ditingkatkan hingga B100. Asal replanting sawit bisa dilakukan dengan maksimal.

"Bukan tidak bisa ke 100. Kondisi sekarang kita berhenti di 50, secara gradual bisa aja loncat," ujarnya.



Simak Video "Demi Keselamatan Bersama, Luhut Ajak Masyarakat Jangan Mudik"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com