Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 18 Des 2019 14:42 WIB

BPH Migas Setuju Ide Angkut BBM 1 Harga Pakai Kapal TNI

Nurcholis Ma - detikFinance
Foto: BPH Migas
Jakarta -

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana (Purn) Marsetio mengatakan pentingnya memiliki karakter pemimpin Indonesia yang berwawasan Nusantara dan maritim. Diungkapkannya, pemimpin Indonesia harus memiliki totalitas memperjuangkan kepentingan negara dan bangsa di atas kepentingan pribadi, kelompok atau golongan.

"Kemudian memiliki tekad kuat mewujudkan cita-cita nasional Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur sesuai Pembukaan UUD 1945," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (18/12/2019).

Hal tersebut diucapkannya saat menjadi pembicara utama dalam acara Achievement Motivation ke-24 dengan tema 'Mencari Pemimpin Nusantara' di hadapan puluhan pegawai Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Kementerian ESDM, Jakarta pada Selasa (17/12/2019).

"Karakter berikutnya adalah pemimpin yang selalu berpikir, bersikap dan bertindak sebagai negarawan dengan fokus pada aspek maritim," ucap Marsetio

Marsetio juga menyampaikan konsep kepemimpinan militer menurut Jendral Besar Sudirman bahwa orang yang ingin memberi perintah lebih dulu harus diperintah.

"Jenderal Besar Soedirman memberikan contoh sebagai teladan, bahwa seorang pemimpin harus memiliki keberanian dan menanggung resiko, harus memberi teladan dan harus dekat dengan anak buah dan berjuang bersama dan di tengah mereka," ujarnya.

Di hadapan puluhan pegawai BPH Migas, Marsetio juga menjelaskan konsep Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia yang dicanangkan Presiden Jokowi sebagai agenda pembangunan yang difokuskan pada lima pilar utama.

"Lima pilar poros maritim dunia yakni membangun kembali budaya maritim Indonesia, kedua menjaga sumber daya laut dan menciptakan kedaulatan pangan laut dengan menempatkan nelayan pada pilar utama," ujarnya.

"Kemudian memberi prioritas pada pembangunan infrastruktur dan konektivitas maritim dan keempat menerapkan diplomasi maritim, melalui usulan peningkatan kerja sama di bidang maritim dan upaya menangani sumber konflik, seperti pencurian ikan, pelanggaran kedaulatan, dengan penekanan bahwa laut harus menyatukan berbagai bangsa dan negara dan bukan memisahkan," imbuhnya

Adapun pilar kelima, kata Matsetio, adalah membangun kekuatan maritim sebagai bentuk tanggung jawab menjaga keselamatan pelayaran dan keamanan maritim. Terakhir, Marsetio menegaskan, kejayaan Indonesia sebagai negara maritim sangat ditentukan oleh konsep kesatuan seluruh komponen kekuatan nasional dalam mengeksplorasi sumber daya nasional.

Sementara itu, Kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa berterima kasih kepada Laksamana Marsetio yang telah berkenan hadir untuk memberikan motivasi kepada seluruh pejabat dan pegawai BPH Migas.

"Kami harapkan apa yang disampaikan Laksamana Marsetio dapat dijadikan motivasi untuk memberikan kinerja terbaik bagi bangsa dan negara sesuai tugas dan fungsi BPH Migas yaitu melakukan pengaturan dan pengawasan agar ketersediaan dan distribusi BBM dan gas bumi yang ditetapkan pemerintah dapat terjamin di seluruh wilayah NKRI serta meningkatkan pemanfaatan gas bumi di dalam negeri," ucap ifan, sapaan akrabnya

Ifan juga mengatakan menyambut baik ide Laksamana Marsetio untuk menjaga sinergi BPH Migas dengan Universitas Pertahanan dengan program beasiswa S2 dan S3 di bidang Energi untuk pegawai BPH Migas. Lalu ada juga ide memanfaatkan kapal-kapal tanker milik TNI untuk mengangkut BBM 1 harga dan juga BBM keekonomian (Jenis BBM Umum) di kawasan 3T (Tertinggal, Terluar dan Terdepan).





Simak Video "Tiba di Natuna, Pesawat Hercules TNI Disemprot Disinfektan"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com