49 Smelter di Sulawesi Butuh Listrik 4.440 MVA, PLN Siap?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 20 Des 2019 14:00 WIB
Foto: detikcom
Jakarta - PT PLN (Persero) mengaku siap menyalurkan listrik ke pabrik-pabrik pemurnian alias smelter. Fokusnya ada di Sulawesi, pasalnya daerah ini menjadi pusat smelter di Indonesia.

Lantas berapa kebutuhan listrik smelter di Sulawesi dan berapa yang disiapkan PLN?

Direktur Regional Sulawesi dan Kalimantan PLN Syamsul Huda menyatakan hingga kini kebutuhan listrik smelter di Sulawesi tercatat sebanyak 4.440 MVA. Jumlah ini terkumpul dari 49 smelter.


Dari keseluruhannya PLN sudah menyambungkan 72 MVA untuk tiga pelanggan smelter. Lalu PLN juga mengalirkan listrik sistem kontrak dengan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL). Jumlahnya 677 MVA untuk empat pelanggan smelter.

"Potensialnya masih banyak, ada 20 pelanggan sudah MoU dengan kita, mereka totalnya 2.329 MVA. Nah yang mau penjajakan ada 23 perusahaan dayanya sekitar 2.161 MVA," ungkap Syamsul dalam diskusi dengan PLN dan pengusaha smelter, di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jumat (20/12/2019).

Lebih lanjut dia mengatakan untuk di Sulawesi sendiri total daya mampu netto (DMN) alias pasokan listriknya ada 2.183 MW. Dengan rincian wilayah Sulutgo (Sulawesi Utara-Gorontalo) sebesar 477,7 MW.


Lalu pasokan di Sulbagsel (Sulawesi Selatan, Tengah, dan Barat, serta Kendari) sebesar 1705,8 MW.

"Nah Oktober lalu kami baru aja resmikan transmisi 150 KV untuk menyambung sistem Sulbagsel sampai ke Kendari, tepatnya dari Wotu ke Kendari," sebut Syamsul.

Simak Video "Tagihan Listrik Naik, PLN: Bayar Bisa Dicicil"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)