Waspada! Terjebak Macet di Tol Layang Bisa Kehabisan BBM

Sachril Agustin Berutu - detikFinance
Minggu, 22 Des 2019 12:31 WIB
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Kemacetan tak terhindarkan di tol Jakarta-Cikampek elevated atau Japek layang sejak Sabtu (21/12) kemarin. Antusiasme warga yang ingin menjajal tol layang terpanjang di Indonesia tersebut diyakini menjadi musabab membludaknya volume kendaraan.

Masalah kemacetan di tol layang perlu dapat perhatian lebih karena di atas sana tak ada rest area atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Hal ini juga menjadi perhatian oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

"Kalau namanya Japek itu kan di ketinggian. Kalau mereka itu terlalu lama di atas, risiko ya. Risikonya kelaparan, habis bahan bakar, belum lagi kalau ada yang pusing," kata Budi di sela peninjauan arus penumpang libur Natal di Stasiun Senen, Jakpus, Sabtu (21/12) kemarin.



Kemarin, kendaraan yang melewati tol layang Cikampek bahkan harus menempuh waktu hingga hampir 2 jam. Hal ini pula yang akhirnya menyebabkan tol layang Cikampek ditutup sementara dan mengurai kemacetan dengan sistem contraflow. Lonjakan jumlah kendaraan yang melintasi Tol Cikampek hampir dua kali lipat dibandingkan hari biasa.

"Biasanya kenaikannya 40%, ini kenaikannya 80%," kata dia.

Diketahui kemarin rekayasa lalu lintas contraflow sempat diberlakukan sejak pukul 08.20 WIB, mulai dari Km 47 s.d. Km 53 dan kemudian diperpanjang hingga Km 61.

Akses masuk menuju Jalan Tol Japek II elevated dari arah Cawang pun sempat ditutup sementara oleh Kepolisian pada pukul 12.00-12.10 WIB (selama 10 menit) dan pukul 13.30-13.50 WIB (selama 20 menit). Tol layang ini sendiri baru dibuka selama seminggu terakhir.



Simak Video "Kakorlantas Buka Suara soal Polisi Diduga Aniaya Pengendara di Tol Japek"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/das)