Harga Gas RI Mahal, Menperin Minta Jokowi Bolehkan Industri Impor

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 06 Jan 2020 12:28 WIB
Foto: dok. PGN
Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita akan menyodorkan sejumlah usulan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membuat harga gas industri lebih murah. Pasalnya mahalnya gas industri masih menjadi keluhan dunia usaha. Agus ingin harga gas industri maksimal US$ 6 per MMBTU, sedangkan saat ini masih di atas itu.

Agus mengatakan, salah satu opsi menyediakan gas murah adalah industri diberikan izin untuk menggunakan gas impor yang harganya lebih murah. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Media Gathering membahas kinerja tahun 2019 dan outlook pembangunan sektor industri 2020.

"Tentu swasta diberikan atau pihak diberikan keleluasaan atau diperbolehkan untuk mengimpor gas, khususnya gas untuk industri dengan harga yang sudah kita patok sehingga industri bisa memiliki daya saing yang tinggi dibandingkan industri-industri lain yang ada di kawasan," kata Agus di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (6/1/2020).


Opsi lainnya adalah pengurangan porsi pemerintah dari hasil Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

"Dari apa yang jadi perhitungan kami, tapi perhitungan kami juga tentu ada deviasinya. Tapi berdasarkan perhitungan kami porsi pemerintah itu sebesar US$ 2,2 per MMBTU. Dan ini kalau porsi pemerintah bisa dikurangi atau dihilangkan maka tentu harga gas yang disalurkan untuk industri juga bisa turun," lanjutnya.

Opsi lainnya adalah menerapkan Domestic Market Obligation (DMO) yaitu kewajiban badan usaha atau bentuk usaha tetap untuk menyerahkan sebagian minyak dan gas bumi dari bagiannya kepada negara melalui badan pelaksana.

"KKKS diwajibkan melakukan DMO gas yang bisa diberikan kepada PGN sehingga akan menjamin kuantitas alokasi gas untuk industri dengan harga spot saat ini US$ 4,5 per MMBTU," jelasnya.`



Opsi-opsi yang bakal disampaikan ke presiden itu diharapkan dapat diimplementasikan sehingga membuat harga gas lebih terjangkau. Itu akan meningkatkan daya saing pelaku industri dalam negeri dibandingkan negara lain.

"Ini opsi yang terus terang akan kami sampaikan dalam ratas dengan presiden, terhadap tiga opsi yang kami usulan dalam mencari bagaimana caranya agar industri bisa meningkatkan utility dengan cara harga gas yang sesuai dengan standar mereka agar mereka bisa tingkatkan daya saing," tambahnya.


Harga Gas RI Mahal, Menperin Minta Jokowi Bolehkan Industri Impor


Simak Video "Soal Pinjol Ilegal, INDEF Sarankan Bayar Utang Pokoknya Saja"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)