Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 07 Jan 2020 15:25 WIB

Pengusaha Bongkar Sebab Gas Mahal yang Bikin Jokowi Ingin Berkata Kasar

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Danang Sugianto
Jakarta - Wakil Ketua Kadin Indonesia bidang Energi Migas Bobby Gafur Umar mengungkapkan alasan harga gas industri mahal sehingga membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) kesal hingga sempat ingin berkata kasar.

Bobby menjelaskan bahwa faktor yang membuat harga gas mahal adalah tingginya biaya investasi yang dikeluarkan oleh pengusaha di sektor gas khususnya hulu.

"Ya jadi yang dari sektor migas terutama hulu ya itu memang banyak dari sisi investasinya, banyak biaya-biaya yang di Indonesia masih terlalu mahal," kata dia saat dihubungi detikcom, Selasa (7/1/2020).


Dia menjelaskan, setelah gas selesai diproduksi harus ditransmisikan ke pembeli. Nah biaya untuk membangun fasilitas pendistribusian gas tersebut tidak sedikit. Otomatis itu mempengaruhi harga jual ke pembeli dalam hal ini sektor industri yang membutuhkan.

"Tapi kembali lagi kenapa harga gas kita lebih mahal daripada dunia, sedangkan di tempat lain bisa, harusnya kita harus bisa menerima itu, tinggal perhitungannya dari segi investasi kan ada cost of investment," ujarnya.


Pihaknya juga berharap pemerintah bisa mempercepat pembangunan infrastruktur penunjang gas untuk mendukung industri tersebut. Dia mencontohkan saat ini pipa gas masih terbangun sepotong-sepotong, belum tersambung secara utuh.

"Nah ini pemerintah mesti mempercepat nih pembangunan infrastruktur penunjang gasnya," tambahnya.


Pengusaha Bongkar Sebab Gas Mahal yang Bikin Jokowi Ingin Berkata Kasar


Simak Video "Bio Gas dari Limbah Tahu di Banyumas"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com