Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 08 Jan 2020 12:27 WIB

Lifting Migas Kendor, Pemerintah Diminta Guyur Insentif

Hendra Kusuma - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama/detikcom Ilustrasi/Foto: Pradita Utama/detikcom
Jakarta - Asumsi dasar ekonomi dalam APBN 2019 banyak yang tidak tercapai, salah satunya adalah lifting minyak dan gas (migas). Hingga akhir tahun lalu, lifting minyak jauh di bawah target.

Rendahnya lifting migas nasional dikarenakan tidak adanya investasi baru di sektor hulu, sehingga hanya mengandalkan dari sumber-sumber lama yang potensinya pun sudah menurun.

"Penyebabnya lebih pada penurunan produksi akibat eksploitasi sumur-sumur tua dan sumur terminasi, sehingga tidak bisa dihindari adanya penurunan produksi alamiah," kata pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi saat dihubungi detikcom, Jakarta, Rabu (8/1/2020).


Fahmy menjelaskan, pemerintah bisa mengantisipasi penurunan produksi migas dengan memudahkan proses investasi dan memangkas birokrasi sektor energi. Tujuannya untuk meningkatkan produksi migas melalui sumur baru.

"Maka pemerintah harus mendorong investasi hulu di sumur baru untuk menaikkan produksi," jelas dia.

Berapa realisasi lifting migas di 2019? >>>
Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com