Ini Dia Penyebab Proyek Smelter di RI Berjalan Lambat

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 27 Jan 2020 14:56 WIB
menteri esdm arifin tasrif ignasius jonan arcandra tahar
Menteri ESDM Arifin Tasrif rapat di Komisi VII DPR/Foto: Achmad Dwi Afriyadi/detikcom
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memaparkan sejumlah rencana yang dilakukan pemerintah dalam 5 tahun ke depan. Salah satunya mengenai pembangunan fasilitas dan pemurnian (smelter).

Arifin mengatakan, pemerintah menargetkan smelter yang terbangun hingga tahun 2023 sebanyak 52 smelter.

"Pembangunan smelter target sampai dengan 2023 total 52 unit," kata Arifin di Komisi VII DPR, Jakarta, Senin (27/1/2020).

Namun, Arifin mengaku, berdasarkan pemeriksaan yang ia lakukan pembangunan smelter masih belum sesuai yang diharapkan.


"Memang saat ini setelah melakukan pemeriksaan di lapangan progres saat ini belum mencapai tingkat yang diharapkan," ujarnya.

Dia menuturkan, ada sejumlah masalah yang menghambat pembangunan smelter ini. Sebutnya, masalah pembiayaan hingga pasokan listrik.

"Beberapa kendala antara masalah pendanaan pembangunan project, kemudian aturan-aturan di daerah, ketiga yang menjadi concern rapat hari ini pasokan energi listrik," ujarnya.



Simak Video "Usai Dilantik Komisaris, Ahok Hadiri Diskusi Energi"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)