Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 28 Jan 2020 17:42 WIB

Geger Virus Corona Hantam Harga Minyak

Soraya Novika - detikFinance
Harga Minyak Anjlok Ilustrasi harga minyak/Foto: Reuters
Jakarta -

Bukan cuma manusia, gejolak virus Corona juga menghantam harga minyak. mengutip CNN.com, harga minyak Brent turun sebesar 10% sejak 17 Januari 2020 lalu atau saat pemerintah China mengumumkan kematian dua warganya akibat virus Corona.

Sejak itu, penyebaran virus tersebut sangat masif hingga pemerintah China membatasi akses transportasinya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah China kini sudah mengunci penuh akses keluar masuk 15 kota di Negeri Tirai Bambu itu. Mengingat, korban tewas imbas wabah tersebut saat ini sudah mencapai 80 jiwa, dengan hampir 3.000 kasus terkonfirmasi berasal dari daratan China dan dari 50 tempat di beberapa negara lainnya.

Lantas, hal itu membuat investor dunia khawatir penyebaran virus corona akan melemahkan perekonomian global dan menurunkan permintaan akan minyak mentah.


"Semakin banyaknya korban jiwa membuat investor khawatir tentang potensi gangguan ekonomi. Harga batubara, besi, dan minyak telah jatuh karena investor mengantisipasi gangguan pasokan pada industri dan pelambatan aktivitas ekonomi," ujar Analis Rabobank dikutip dari CNN.com, Selasa (28/1/2020).

International Energy Agency menjelaskan yang membuat virus Corona itu berkorelasi terhadap penurunan harga minyak dunia karena permintaannya berkurang drastis. Pemicunya China yang merupakan konsumen energi terbesar kedua di dunia ini tengah membatasi permintaan minyaknya akibat minimnya aktivitas ekonomi di sana.

Sejauh ini, aktivitas transportasi dan hiburan di China juga sudah mengalami penurunan hingga 10%. Terutama untuk transportasi, menurut Chief Market Strategist AxiCorp Stephen Innes pembatasan transportasi China juga akan menurunkan permintaan terhadap produk minyak seperti avtur.

Lantas, hal itu akan membuat pasar global kewalahan lantaran terjadi kelebihan pasokan untuk komoditas tersebut. Tak heran, saham raksasa minyak dunia, Saudi Aramco, sejak Senin (27/1/2020) kemarin diperdagangkan sedikit lebih lemah dari biasanya atau harga sahamnya turun sekitar 3%.



Simak Video "Kenali Gejala Harian Virus Corona hingga Proses Penularan"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com