RI Butuh 7.146 'SPBU Listrik' hingga 2030

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 28 Jan 2020 18:05 WIB
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) melakukan peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di PLN UID Jakarta Raya, Selasa (29/10/2019). Dalam kesempatan ini Deddy Corbuzier juga mencoba fasilitas charger di PLN UID ini.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Indonesia saat ini tengah menggenjot penggunaan kendaraan listrik. Untuk mendukung itu diperlukan fasilitas pengisian daya kendaraan ramah lingkungan tersebut, yaitu stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) alias 'SPBU listrik'.

Berdasarkan data PT PLN (Persero), Indonesia membutuhkan sebanyak 7.146 SPKLU pada 2030. Sedangkan tahun ini dibutuhkan 180 SPKLU. Data tersebut dilampirkan dalam rapat dengar pendapat (RDP) direksi PLN dan Komisi VII DPR RI.

"PLN melakukan beberapa bentuk persiapan untuk kendaraan listrik," kata Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII di DPR RI, Selasa (28/1/2020).

Dia memperkirakan bahwa nantinya saat kendaraan listrik berkembang di Indonesia, mayoritas akan melakukan pengisian daya di rumah yaitu mencapai 85%. Lalu di tempat umum, mal, perkantoran, pusat perbelanjaan, dan sejenisnya 10%. Sedangkan di rest area sebesar 5%.

"Kelak sebagian besar kendaraan listrik kami proyeksikan akan gunakan home charging," jelasnya.

Berdasarkan rujukan yang digunakan PLN, dia menjelaskan pengisian di rumah paling efektif dilakukan tengah malam, antara jam 22 hingga 4 pagi.

"PLN telah membuat dokumen roadmap pengembangan infrastruktur kendaraan listrik 2020-2024 yang disahkan 2019, memuat estimasi jumlah SPKLU di tempat umum. Selain itu PLN telah membangun showcase atau SPKLU uji coba di 4 kota, Jakarta, Tangerang, Bandung dan Denpasar," tambahnya.



Simak Video "Berkah Listrik di Ujung Indonesia, UMKM Jadi Lebih Hidup"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)