Butuh Rp 40 T Bikin Pabrik untuk 'Sulap' Batu Bara Jadi Gas

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 29 Jan 2020 22:00 WIB
Batu bara di kapal CB 121 Banjarmasin terbakar dan mengeluarkan asap tebal. Nelayan di perairan Pulorida, Merak, khawatir pernapasannya terganggu.
Foto: Muhammad Iqbal
Jakarta -

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan hari ini memanggil Dirut PT Bukit Asam (PTBA) Arviyan Arifin. Dia meminta laporan pengembangan proyek gasifikasi batu bara.

Dia mengatakan untuk membangun pabrik pengolahan gasifikasi batu bara PTBA di Sumatera menelan dana hingga US$ 3 miliar atau sekitar Rp 40,8 triliun (dalam kurs Rp 13.600).

"Tadi PTBA mereka mau gasifikasi di Sumatera. Jadi investasi mungkin dekat di US$ 3 miliar," kata Luhut di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2020).

Luhut menjelaskan bahwa kalori batu bara milik PTBA besarnya 3.800 kcal/kg, dengan begitu bisa diolah menjadi gas Dimetil Etil (DME).

"Mereka mau gasifikasi karena kalorinya itu kan 3.800," kata Luhut.

Sebagai informasi, PTBA akan membuat perusahaan patungan dengan beberapa perusahaan untuk hilirisasi batu bara.

Di Tanjung Enim, PTBA akan membentuk perusahaan patungan dengan 3 perusahaan lainnya yakni PT Pertamina (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Chandra Asri Petrochemical.

Di Tanjung Enim, perusahaan ini nantinya memproduksi sejumlah produk antara lain dimethyl ether (DME) yang merupakan produk gasifikasi batu bara dan bisa dijadikan substitusi LPG. Lalu, juga akan memproduksi pupuk dan polypropylene.



Simak Video "Bio Gas dari Limbah Tahu di Banyumas"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)