Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 30 Jan 2020 22:30 WIB

Menteri ESDM Minta Harga Batu Bara 'Disulap' Jadi Gas US$ 20/Ton

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Harga batu bara belum beranjak jauh dari level terendahnya. Selasa (3/11) harga batubara kontrak pengiriman Desember 2015 di ICE Futures Exchange bergerak flat dibanding sehari sebelumnya di US$ 53,15 per metrik ton. Rachman Haryanto/detikcom. Pengangkutan batu bara/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pemerintah tengah mendorong gasifikasi batu bara. Untuk mendorong program tersebut, Menteri ESDM Arifin Tasrif ingin harga batu bara US$ 20- US$ 21 per ton.

"Kalau bisa di bawah lagi (US$ 20-21 per ton)," kata Arifin usai menghadiri acara diskusi di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Dia mengatakan, untuk harga tersebut tidak perlu aturan baru. Menurutnya, cukup kesepakatan bisnis.

"Kayaknya nggak perlu pakai Permen, business to business bisa karena supaya masuk nilai keekonomian," katanya.


Untuk diketahui, PT Bukit Asam (PTBA) sedang mengebut proyek gasifikasi batu bara. Dengan proses gasifikasi, batu bara akan disulap jadi gas yang bahkan bisa menggantikan penggunaan LPG.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa hasil gas dari proyek gasifikasi ini akan harganya akan terjangkau. Luhut menyebut harganya hanya US$ 6 per MMBTU.

"Harga gasnya bisa keluar di US$ 6. Saya kira cukup dengan pemerintah. Nah nanti dari situ turunannya bisa Dimethyl Ether alias DME ke bawah lagi," kata Luhut di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2020).



Simak Video "Banjir Rendam Tambang Batu Bara, 4 Penambang Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com