Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 12 Feb 2020 10:26 WIB

Pelet Gantikan Batu Bara Jadi Sumber Energi Listrik di Lombok

Vadhia Lidyana - detikFinance
PLTU Jeranjang Foto: Dok. PLN
Mataram -

Pemanfaatan pelet sampah sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) kini tak hanya di Bali. PLN melalui anak usahanya, Indonesia Power mengolah pelet sampah untuk pengembangan PLTU Jeranjang, Lombok Barat yang berkapasitas 3 x 25 Megawatt (MW).

PLH Manager PLTU Jeranjang, Nandang Safrudin menjelaskan, olahan sampah dalam bentuk pelet setara dengan batu bara kalori rendah yang digunakan untuk bahan bakar pembangkit.

"Kami sudah lakukan riset dan uji coba, khususnya untuk mengukur optimasi substitusi peletnya. Hasilnya antara 3 - 5, namun memang paling optimal ada di 3 persen," ucap Nandang dalam keterangan resmi PLN, Rabu (12/2/2020).

Jika menggunakan batubara secara penuh, dalam satu jam kondisi maksimal, PLTU Jeranjang membutuhkan 200 ton batu bara sebagai bahan bakar. Dengan substitusi sebesar 3 persen, maka dibutuhkan 600 kilogram pelet setiap jam sebagai pengganti batu bara.

Pelet sampah ini dipasok dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok. Melalui JOSS, sampah dikumpulkan dalam bak, lalu dimasukkan cairan bio activator untuk dilakukan proses peuyeumisasi, kemudian sampah dijemur hingga kering.

PLTU JeranjangPLTU Jeranjang Foto: Dok. PLN



Setelah itu, sampah dimasukkan ke mesin pencacah dan tahap akhir melalui proses peletisasi. Usai berbentuk pelet, kemudian dijemur hingga kering. Selanjutnya, pelet bisa digunakan untuk campuran bahan bakar pembangkit listrik.

"Tantangan kami memang menjaga ketersediaan pelet. Oleh karena itu kami bekerja sama dengan Pemerintah daerah untuk melakukan pendampingan. Karena pelet untuk PLTU ini punya spesifikasi khusus," jelas Nandang.

Sasaran pemanfaatan olahan sampah ini bertujuan untuk menurunkan biaya produksi listrik, dan alternatif solusi penanganan sampah daerah, serta upaya memberdayakan masyarakat.

"Dengan olahan ini sampah bisa bernilai, masyarakat juga bisa punya penghasilan tambahan. Jadi ekonomi masyarakat sekitar juga meningkat," tambah Nandang.

Sampah yang sudah dipeletisasiSampah yang sudah dipeletisasi Foto: Dok. PLN



Dody, pengelola TPA Kebon Kongok menyampaikan, kehadiran pengolahan sampah sementara membantu mengurangi permasalahan sampah yang ada di Lombok.

"Sampah ini masih jadi salah satu masalah untuk Lombok, padahal tempat kami ini menjadi destinasi wisata. Dengan program dari PLN ini tentunya dapat menjadi solusi dan mewujudkan Program Zero Waste yang diusung pemerintah Provinsi NTB," pungkas Dody.

Pelet Gantikan Batu Bara Jadi Sumber Energi Listrik di LombokFoto: Dok. PLN


Simak Video "Darurat Corona, Jokowi Gratiskan Listrik 3 Bulan!"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com