Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 22 Feb 2020 08:00 WIB

Orator Aksi 212 Serang Ahok, Kementerian BUMN Buka Suara

Eva Safitri, Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020). Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Nama Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok 'disenggol' dalam Aksi 212 yang digelar kemarin. Salah satu orator yakni Direktur Indonesia Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara menyebut Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) itu terlibat kasus korupsi.

"Supaya Anda sadar bahwa di samping kasus penistaan agama, sebetulnya Ahok itu punya sekitar 6-10 kasus korupsi lagi," kata Marwan saat berorasi di Aksi 212 'Berantas Mega Korupsi dan Selamatkan NKRI' di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2020).

Namun, Marwan tidak menyebut secara rinci kasus apa yang melatarbelakangi tudingan ke Ahok itu. Dia menyebut Ahok bisa lolos karena 'disembunyikan' oleh pimpinan KPK era Agus Rahardjo dkk.

"Tapi bisa lolos, siapa yang meloloskan? Pimpinan KPK, siapa ketuanya? Agus Rahardjo, di sana ada yang namanya Basaria, Saut Situmorang, mereka ini adalah pelindung koruptor, jangan sok suci mereka membela kok, padahal mereka untuk kasus konglomerat mereka melindungi konglomerat, termasuk melindungi Ahok," ujarnya.


Marwan kemudian meminta Ahok mundur dari Komisaris Utama Pertamina. Ia tak rela jabatan itu diisi Ahok.

"Pak Ahok kita minta dalam waktu satu bulan dari sekarang supaya mundur dari Komisaris Utama Pertamina. Pertamina adalah perusahaan milik negara, milik rakyat, kami tidak rela Ahok menjadi komisaris utama milik rakyat," tuturnya.

Apa respons Kementerian BUMN? Klik halaman selanjutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com