Sandiaga Bela Ahok yang Didesak Mundur dari Pertamina

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 22 Feb 2020 18:09 WIB
Sandiaga Uno (Foto: Kadek/detikcom)
Sandiaga Uno/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Salah seorang orator aksi 212 Marwan Batubara meminta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mundur dari jabatannya di Pertamina. Lantaran, Ahok dinilai selama ini banyak terlibat kasus korupsi yang tidak menutup kemungkinan turut serta menjadi koruptor dalam kasus-kasus tersebut.

Merespons hal tersebut, mantan rival Ahok dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 silam, Sandiaga Uno justru tak sepakat terhadap usulan orator tersebut. Menurutnya, rekam jejak Ahok selama menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) selama ini justru menunjukkan niatan memberantas korupsi.

"Pak Ahok sendiri baru memulai kinerjanya di Pertamina dengan transparansi itu perlu kita apresiasi dan beliau punya rekam jejak di pemerintahan maupun di dunia usaha sebelumnya mudah-mudahan ini bisa membawa Pertamina jadi korporasi yang kita banggakan. Jadi mari kita beri kesempatan beliau bekerja, kita beri support," ujar pria yang beken disapa Sandi itu, ditemui di Rumah Siap Kerja, Jakarta, Sabtu (22/2/2020).

Lebih lanjut, Sandi menyarankan agar seluruh praduga keterlibatan Ahok dalam kasus korupsi bisa disampaikan melalui ranah hukum yang sudah disediakan negara. Lalu, mengimbau para penegak hukum yang diberi amanat untuk berlaku adil dan setransparan mungkin demi kebaikan bersama dalam menyelidiki setiap kasus maupun tokoh tertentu.

"Saya harapkan juga masukan-masukan yg disampaikan kemarin ditempatkan secara proporsional, kita kedepankan hukum dan hukum ini harus berkeadilan, tidak tajam ke bawah tumpul ke atas dan hukum ini tidak boleh pilih kasih jadi saya tentunya serahkan pada penegak hukum," tutur Sandi

Sebelumnya, Marwan Batubara menyebut Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) itu terlibat kasus korupsi.

"Supaya Anda sadar bahwa di samping kasus penistaan agama, sebetulnya Ahok itu punya sekitar 6-10 kasus korupsi lagi," kata Marwan saat berorasi di Aksi 212 'Berantas Mega Korupsi dan Selamatkan NKRI' di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2020).

Namun, Marwan tidak menyebut secara rinci kasus apa yang melatarbelakangi tudingan ke Ahok itu. Dia menyebut Ahok bisa lolos karena 'disembunyikan' oleh pimpinan KPK era Agus Rahardjo dkk.

"Tapi bisa lolos, siapa yang meloloskan? Pimpinan KPK, siapa ketuanya? Agus Rahardjo, di sana ada yang namanya Basaria, Saut Situmorang, mereka ini adalah pelindung koruptor, jangan sok suci mereka membela kok, padahal mereka untuk kasus konglomerat mereka melindungi konglomerat, termasuk melindungi Ahok," ujarnya.

Marwan kemudian meminta Ahok mundur dari Komisaris Utama Pertamina. Ia tak rela jabatan itu diisi Ahok.

"Pak Ahok kita minta dalam waktu satu bulan dari sekarang supaya mundur dari Komisaris Utama Pertamina. Pertamina adalah perusahaan milik negara, milik rakyat, kami tidak rela Ahok menjadi komisaris utama milik rakyat," tuturnya



Simak Video "Polisi Tangkap 2 Pelaku Pencemaran Nama Baik Ahok"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)