Buntut Jiwasraya, Tambang Batu Bara Heru Hidayat Dikelola BUMN

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 28 Feb 2020 10:43 WIB
Kasus Jiwasraya, Heru Hidayat Mulai Diperiksa Sebagai Tersangka
Foto: Wilda Hayatun Nufus/detikcom
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) menyerahkan aset sitaan dari tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Aset yang diserahkan berupa tambang batu bara yang berlokasi di Kutai, Kalimantan Timur milik Heru Hidayat.

"Tanggal 18 Februari 2020 kemarin Kejagung menyerahkan PT Gunung Bara Utama, tambang batu bara yang dimiliki Heru Hidayat di kawasan Kutai, Kaltim (Kalimantan Timur) sudah diberikan kepada BUMN, kepada kita untuk dikelola. Jadi sekarang kita akan mulai mengelola batu baranya Heru Hidayat," ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Alasan Kejagung menyerahkan PT Gunung Bara Utama kepada Kementerian BUMN, sebab aset tersebut diduga lahir dari aliran dana Jiwasraya.

"Ini adalah salah satu aset yang menurut Kejagung hasil dari Jiwasraya," sambungnya.

Rencananya, aset tambang batu bara tersebut bakal dikelola oleh PT Bukit Asam (Persero) atau PTBA.

"Jadi kami mulai masuk ke perusahaan tambang ini dan kita sudah tunjuk PTBA untuk mulai mengelolanya. Bahkan kalau nanti terbukti, secepatnya kita mulai ambil alih asetnya. Jadi pengelolaan sudah mulai kita ambil alih nih, artinya hasilnya udah langsung dimiliki oleh PTBA nantinya, gitu," ungkapnya.

Penyitaan aset Heru Hidayat ini merupakan tindak lanjut dari penyidikan skandal Jiwasraya. Hingga saat ini, Kejagung telah menetapkan enam tersangka dari kasus tersebut.

Mereka adalah Direktur Utama PT Hanson International Tbk. Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram) Heru Hidayat, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Hendrisman Rahim.

Kemudian ada mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Hary Prasetyo, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Syahmirwan, serta terakhir Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.

Buntut Jiwasraya, Tambang Batu Bara Heru Hidayat Dikelola BUMN


Simak Video "Kejaksaan Agung Tahan 3 Pejabat Bea Cukai Batam"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)